TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Infografis
Harga Gas Ada Kemungkinan Tak Jadi Naik
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengisyaratkan harga elpiji tabung 50 dan 12 kilogram tidak bakal naik. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat diperkirakan bakal menyetujui penambahan subsidi untuk PT Pertamina.
Mustafa mendukung penambahan subsidi untuk menyelamatkan keuangan PT Pertamina. Alasannya, tahun lalu perusahaan pelat merah itu merugi hingga Rp 3,24 triliun.
Salah satu penyebab kerugian tersebut adalah Pertamina menjual harga gas di bawah harga wajar. Kerugian masih berlanjut hingga kuartal pertama tahun ini, yang mencapai Rp 1 triliun. Karena itu, manajemen sempat mengusulkan agar harga elpiji tabung 50 kg dan 12 kg dinaikkan.
"Tidak baik kalau kondisi sekarang dipertahankan. Satu-satunya cara adalah dengan menambah subsidi ataupun menaikkan harga. Namun, dengan rapat bersama DPR kemarin, seperti mengarah pada penambahan subsidi," kata Mustafa di Jakarta kemarin.
Menurut dia, penambahan subsidi itu masih berpeluang dibicarakan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2011. Mustafa berharap usulan penambahan subsidi tersebut dapat direspons secara positif.
Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kardaya Warnika, mengatakan permintaan subsidi untuk elpiji non-PSO (public service obligation) itu sesuatu yang baru. "Jadi perlu dikaji dulu," katanya.
PT Pertamina berencana menaikkan harga elpiji ukuran 50 kg dan 12 kg sekitar 10 persen untuk mencegah kerugian terus berlanjut. Kerugian Pertamina bisa ditekan bila Kementerian Energi memberi subsidi pada elpiji untuk sektor industri tersebut.
EVANA DEWI | TRI SUHARMAN





