foto

Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/ Panca Syurkani

SBY: Kepala Daerah Harus Populer dan Berkapasitas  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menebar pesan sloganistis. Dia meminta kepada semua kepala daerah agar memiliki kapasitas, kapabilitas, dan populer di mata rakyat. Soal pengelolaan anggaran dan pengambilan kebijakan harus dilihat dengan jeli berdasarkan kondisi masyarakat dan potensi daerah.

"Bayangkan kalau dikelola tidak profesional, pasti tidak optimal mencapai pembangunan," kata SBY dalam pidato pembukaan Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jumat, 24 Juni 2011.

SBY memberi contoh, sejumlah kabupaten di Indonesia memiliki luas dan jumlah penduduk lebih besar dibandingkan negara tetangga, Singapura. Namun, SBY menyesalkan pengelolaannya tidak sebaik negara tetangga itu. Menurut SBY, calon kepala daerah bisa berasal dari latar belakang yang berbeda, namun bisa diatasi dengan pembelajaran. "Perlu upaya terus melakukan penataran, pendidikan dijalankan," kata SBY.

Menurut SBY, pejabat pemerintah, gubernur, bupati, dan wali kota sangat perlu memahami kebijakan ekonomi dan fiskal, termasuk merencanakan anggaran daerahnya. "Dikatakan pada saya, Pak yang penting daerah kami aman, itu seperlima benar, tapi bukan hanya itu," kata SBY.

Karena yang dipimpin adalah masyarakat, yang pada semua aspeknya harus dibangun, termasuk bagaimana penganggaran disusun. "Ini bukan uang nenek moyang kita, tapi uang dari pajak, dari berbagai penerimaan," kata SBY. Selaku presiden, SBY minta kepada Menteri Dalam Negeri terus memberikan pengarahan tentang APBN, APBD, kebijakan fiskal, cara meningkatkan investasi, cara meningkatkan lapangan kerja di daerah, dan cara mengurangi kemiskinan dari sisi ekonomi kepada para kepala daerah.

EKO ARI WIBOWO