indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Meriahnya Festival Passer Baroe

Meriahnya Festival Passer Baroe

Ondel-ondel saat Festival Pasar Baru. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Pasar Baru Selatan berubah jadi lautan manusia. Ribuan orang memadati jalan yang biasanya lengang itu. Anak-anak mencoba menerobos kerumunan, mengambil posisi paling depan. "Lihat, ondel-ondelnya lucu." Firman, salah seorang bocah, berteriak kegirangan.

Pasar Baru memang sedang bersukacita. Wali Kota Jakarta Pusat Syaefullah meresmikan Festival Passer Baroe Jumat sore, 24 Juni 2011. "Ee... warga, parade datang lagi ye, seneng enggak?" teriak Syaefullah. Penonton menyambut dengan kor, "Seneeeng...."

Dimulai dengan parade budaya dan berakhir besok, pembukaan iringan parade berarak mengelilingi Pasar Baru. Parade dimulai dengan lenggokan mayoret dan iringan musik dari Sekolah Menengah Pertama 78 Jakarta Pusat. Di belakang grup marching band mengekor kelompok marawis dan Abang-None Jakarta Pusat 2011.

Tepuk tangan riuh mengiringi mereka. "Tiap tahun saya selalu ke sini, anak-anak suka lihat barongsai dan ondel-ondel," ujar Sophia, 29 tahun, warga Jalan Laut Sedalam, Senen, Jakarta Pusat.

Siti, 27 tahun, warga Pasar Baru yang datang bersama anak balitanya, juga mengaku sangat senang menyaksikan festival. "Kalau enggak datang ke sini, enggak bakalan tahu ada ulang tahun Jakarta," ujarnya.

Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat Triyugo Prasetio mengatakan festival juga dimeriahkan dengan bazar kuliner dan panggung hiburan. Setiap malam selama tiga hari berturut-turut nantinya pengunjung akan mendapat sajian hiburan dari pelawak dan artis Betawi.

Diskon gila-gilaan hingga 70 persen di toko dan retail juga ditawarkan.
Pesta diskon ini, kata Triyugo, selain untuk menyemarakkan program Jakarta Great Sale, juga mengajak masyarakat datang dan berbelanja di Pasar Baru. "Jadi, jangan tahunya hanya mal, di Pasar Baru juga ada," katanya.

Festival Passer Baroe ini sudah kedelapan kalinya digelar. Festival diadakan agar warga Jakarta tetap datang ke pasar tua itu. "Jadi, selain berbelanja, agar warga menikmati budaya dan wisata Jakarta," kata Triyugo.

Festival Passer Baroe memang tidak hanya menawarkan parade dan bazar diskon. Sebelum festival resmi dibuka, masyarakat menyaksikan lomba perahu karet di Sungai Ciliwung di depan pasar. Lomba diikuti delapan kecamatan. Tiap kecamatan mengirimkan tim putra dan putri. Penonton memadati sisi kiri dan kanan Kali Ciliwung yang letaknya bersisian dengan Pasar Baru. "Ayo, kayuh, ayo, menang...," teriak penonton memberi semangat tim jagoan.

Dalam lomba itu, tim putra dari Kecamatan Johar Baru kembali mengukuhkan dominasinya seperti dua tahun sebelumnya. Di kelompok putri, tim Kecamatan Gambir yang menjadi jawara.

Kepala Suku Dinas Olahraga Jakarta Pusat Lubis Latief senang melihat antusiasme peserta dan penonton. "Walau hadiahnya tidak besar, peserta dan penonton sangat bersemangat. Benar-benar terasa semangat kebersamaannya."

Besok akan ada lomba jalan santai untuk seluruh warga Jakarta Pusat. "Kita akan mulai di sini (Pasar Baru) dan finisnya di Monas."

IRA GUSLINA | ENDRI K

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X