foto

TEMPO/Ishomuddin

Pecatur Cilik Pacitan Sandang Gelar Norma Master Nasional  

TEMPO.CO, Pacitan – Pecatur cilik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Catur Adi Sagita, 9 tahun, dipastikan berhak menyandang gelar Norma Master Nasional (NMN). Gelar NMN ini didapatnya berkat prestasi catur yang cukup gemilang di ajang Kejuaraan Catur Kelompok Umur Tingkat ASEAN+ ke-12 atau 12th ASEAN+ Age Group Chess Championships di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, 12-21 Juni 2011 lalu.

“Catur Adi Sagita berhasil mendapat dua medali perunggu perseorangan untuk catur klasik dan catur cepat kelompok umur 10 tahun ke atas,” jelas Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pacitan sekaligus pelatih catur setempat, Rsei Aji, Ahad, 26 Juni 2011. Meski usianya belum genap 10 tahun, Catur diikutkan kelompok usia di atas 10 tahun karena dinilai kemampuannya memadai.

Kejuaraan Catur Kelompok Umur itu diikuti oleh 12 negara dari hampir seluruh negara di Asia Tenggara dan beberapa negara di Asia, di antaranya Cina, Jepang, Korea, India, dan Uzbekistan. Catur meraih perunggu kelas perseorangan untuk catur klasik setelah bermain remis dengan pecatur asal India yang pernah menjadi juara dunia tahun 2010 lalu. Sementara untuk catur cepat, Catur juga meraih perunggu setelah dikalahkan wakil dari Indonesia lainnya.

Di kelompok usia 10 tahun ke atas ini, beregu Indonesia berhasil meraih dua medali emas baik untuk catur klasik dan catur cepat. “Penilaian beregu ini berdasarkan nilai yang dikumpulkan seluruh pemain di perseorangan dan Indonesia meraih dua medali emas, baik untuk catur klasik dan catur cepat usia 10 tahun ke atas,” jelasnya.

Dengan prestasi ini, Catur berhak atas predikat NMN dan gagal meraih predikat FIDE Master. FIDE Master merupakan gelar master yang diberikan World Chess Federation (Federasi Catur Internatioal) atau The Fédération Internationale des Échecs (FIDE). Sebelumnya, Catur telah menyandang predikat Master Percasi.

Ketua Harian Pengcab Percasi Kabupaten Pacitan, Katiran, mengatakan pihaknya akan terus mengasah kemampuan pecatur Kota 1001 Goa tersebut melalui berbagai kejuaraan, baik lokal, regional, nasional, dan internasional. “Meski dana terbatas, kami tetap mengupayakan mengikuti kejuaraan selama pecatur kita memenuhi syarat,” katanya.

Saat ini, 21 pecatur Pacitan tengah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur tingkat Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, termasuk Catur Adi Sagita. Kejurda ini sebagai seleksi menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur.

ISHOMUDDIN