Pabrik Plastik. TEMPO/ Dwianto Wibowo
Topik
Izin Investasi di Ja-Bar Senilai Rp 11,59 Triliun
TEMPO.CO, Purwakarta - Izin prinsip untuk investasi yang terdaftar di Provinsi Jawa Barat pada triwulan pertama 2010 sudah mencapai nilai Rp 11,59 triliun.
"Nilai tersebut mengalami kenaikan 581,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 1,7 triliun," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex Laksamana dalam acara peresmian pabrik baru PT Indopoly Swakarsa Industry (Indopoly) di Purwakarta, Senin, 27 Juni 2011.
Menurut dia, hal itu disebabkan perbaikan iklim investasi di Jawa Barat sehingga calon investor semakin tertarik menanamkan modal di provinsi tersebut.
Beberapa hal yang telah dilakukan Pemerintah Ja-Bar, antara lain memfasilitasi pelaku usaha dan penyediaan infrastruktur memadai. Selain itu, juga memangkas rantai birokrasi dan memberikan jaminan keamanan penanaman modal. "Kami sudah melakukan penyederhanaan jenis dan jumlah izin, jangka waktu perizinan, dan biaya," ujarnya.
Realisasi investasi di Jawa Barat, kata Laksamana, saat ini mencapai Rp 18,6 triliun. Artinya, atau 47 persen dari target investasi 2011. Investasi itu, kata dia, sangat berarti bagi pemerintah daerah karena akan menyerap sekitar 78 ribu tenaga kerja.
Dia berharap perluasan pabrik Indopoly yang diresmikan bisa memberi dorongan signifikan pada masuknya investasi lain di Jawa Barat. "Peningkatan investasi diharapkan memberikan efek berkelanjutan terkait peluang tenaga kerja terampil khususnya yang berada di Jawa Barat," kata Laksamana.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengakui bahwa Provinsi Jawa Barat memang selalu berhasil menarik investor asing dan investor dalam negeri dalam jumlah besar. "Baik dalam jumlah proyek maupun nilai rupiah," kata dia.
EKA UTAMI APRILIA





