Sirip Ikan Hiu Dijual Bebas di Kawasan Perbatasan

Sirip Ikan Hiu Dijual Bebas di Kawasan Perbatasan

Sirip ikan hiu di kabupaten. TEMPO/ Supriyantho Khafid

TEMPO.CO, Melonguane - Sirip ikan hiu dijual bebas di Pulau Marore dan Miangas di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina. Pembeli sirip ikan lebih banyak warga Filipina, adapun penangkap hiu adalah warga negara Indonesia.

Salah satu pedagang di Marore, Jaclin, mengatakan sirip ikan hiu dijual Rp 800 ribu per kilogram. Ikan hiu diperoleh di beberapa waktu tertentu. “Tidak bisa setiap saat,” katanya di Marore, Sabtu, 25 Juni 2011.

Jika ikan hiu tertangkap, nelayan di Marore akan menggelar hasil tangkapannya di pantai. “Nanti pasti ada pedagang dari Filipina yang datang,” katanya.

Pulau Marore merupakan kecamatan yang masuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, sedangkan Miangas merupakan kecamatan yang masuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Keduanya masuk Provinsi Sulawesi Utara.

Marore lebih dekat ke Pulau Saranggani, Filipina, ketimbang ke ibu kota Sangihe, Tahuna. Adapun Miangas lebih dekat ke Pulau Mindanao, Filipina, ketimbang ibu kota Talaud, Melonguane.

Kepala Desa Marore Yeni Dalentang mengatakan perdagangan ikan hiu tidak bisa dilarang oleh Kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan Angkatan Darat yang bertugas di Marore. “Mereka kasihan, nanti warga tidak dapat uang,” katanya. Komandan Yonif 713 Angkatan Darat Ferdinand membenarkan hal itu. “Mau bagaimana lagi,” katanya.

Yeni mengatakan penjualan sirip ikan hiu mengakibatkan daging ikan hiu banyak terbuang. “Tidak enak untuk dimasak,” ujarnya. Menurutnya, daging ikan hiu hanya laku Rp 6.000 per kilogram.

Daging ikan hiu, Yeni menambahkan, harus cepat dijual lantaran di Marore tidak ada es batu untuk mengawetkan daging. Padahal, pembeli jarang datang ke Marore lantaran persoalan jarak. “Jika tidak laku, kami buang atau dimasak sendiri,” ujarnya.

Di Pulau Miangas berbeda lagi. “Ikan hiu dijual di tengah laut,” kata salah satu penduduk, Albert Nusa. Menurut Albert, ikan hiu banyak dijual kepada warga Filipina. “Ada juga yang dibawa ke Manado,” katanya.

AKBAR TRI KURNIAWAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X