Topik
Infografis
Teknologi Nuklir Masih Diminati
TEMPO.CO, Budapest - Kebocoran reaktor nuklir Daiichi, Fukushima, pascagempa dan tsunami besar yang mengguncang Jepang sempat menyurutkan semangat energi nuklir sebagian negara. Namun belasan negara lain masih bersemangat dan memiliki kemampuan membangun teknologi pembangkit tenaga nuklir yang aman.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengadakan konferensi darurat untuk memetik pelajaran dari tragedi Fukushima di Wina, Austria, pekan lalu. Dalam pertemuan ini, IAEA menyebutkan bahwa 65 reaktor baru tengah dibangun di belasan negara dengan total energi mencapai 63 ribu megawatt. Jumlah reaktor itu disebut-sebut hanyalah puncak dari gunung es karena terdapat lebih banyak lagi reaktor yang sedang menempuh tahap perencanaan.
"Belasan negara telah mendaftar dan mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap opsi nuklir kepada IAEA," ujar Jessica Jewell dari Central European University, Budapest, Hungaria.
Jewell mengumpulkan data dari negara-negara yang tengah menjajaki penggunaan energi nuklir. Data tersebut kemudian disortir untuk mencari negara yang paling mungkin mengembangkan reaktor nuklir dalam waktu dekat.
Kriteria negara yang mampu melenggang menuju teknologi nuklir tersebut adalah mereka yang memiliki jaringan listrik matang, pemerintah yang stabil dan efektif, serta pertumbuhan ekonomi besar, sehingga bisa menanggulangi biaya pembangunan reaktor.
Dari 52 negara peminat energi nuklir dan telah berkonsultasi dengan IAEA hingga Juli 2009, hanya 10 yang memenuhi kriteria itu. Sedangkan 10 negara lainnya memiliki motivasi dan sumber daya yang besar tapi tak stabil dari segi politik.
Yang termasuk negara kelompok kedua adalah Mesir. Negara ini, ujar Jewell, paling mungkin membangun reaktor nuklir dibanding lima negara Afrika utara lainnya. Namun ketegangan politik di negara tersebut membuat energi nuklir sulit diterapkan dalam waktu dekat.
Jepang masuk daftar negara yang mengumumkan untuk menahan diri atau mundur dari teknologi nuklir pascatragedi Fukushima. Negara itu dikabarkan tak akan membangun reaktor baru. Jerman juga berencana mematikan pembangkit teknologi nuklir dalam belasan tahun mendatang. Sedangkan Swiss tak akan memperbarui reaktor dan Italia menentang program nuklir.
Saat ini terdapat 29 negara yang mengoperasikan teknologi pembangkit tenaga nuklir. Total energi yang dihasilkan pembangkit-pembangkit ini mencapai 374 ribu megawatt.
NEWSCIENTIST | ANTON WILLIAM





