Topik
Infografis
Empat Pemimpin Khmer Merah Disidang
TEMPO.CO, PHNOM PENH – Empat pemimpin paling senior rejim Khmer Merah di sidang kembali hari ini, Senin (27/06), untuk kasus kejahatan perang. Menggunakan baju kasual, “saudara laki-laki nomor dua” Nuon Chea, bekas presiden Khieu Samphan, bekas menteri luar negeri leng Sary dan bekas menteri sosial leng Thirith, sama sekali tak memperlihatkan emosi mereka saat pernyataan pembuka untuk majelis sidang yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa itu dibacakan.
Keempatnya didakwa melakukan tindak kejahatan melawan kemanusiaan dan genosida. Mereka juga dituduh melakukan kejahatan yang melanggar hukum kamboja dan internasional karena pembunuhan, perbudakan, penganiayaan agama dan politik, perlakuan tidak manusiawi dan melanggar hukum penjara. Keempat terdakwa diharapkan memasukkan permohonan tidak bersalah.
Sidang pembuka ini didominasi oleh gerakan dari pengacara leng Sary. Mereka meminta kasus kejahatan ganda yang dilakukan kliennya dihilangkan. Leng Sary dituntut hukuman mati oleh pengadilan yang dibuat Vietnam, yang menginvasi Kamboja pada 1979. Tapi 17 tahun kemudian raja Kamboja, Norodom Sihanouk, mengampuninya.
"Seseorang tidak bisa melakukan kejahatan dua kali bila pengadilan sudah memvonisnya,” kata pengacara Ang Udom. “Membawa leng Sary ke pengadilan lagi adalah pelanggaran.”
REUTERS | SUNARIAH





