foto

TEMPO/Rosdianahangka

UNS Buka Pusat Studi Koperasi Pertama di Indonesia  

TEMPO.CO, Surakarta - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, hari ini, Selasa, 28 Juni 2011, meluncurkan Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Rektor UNS Surakarta Ravik Karsidi mengatakan 80 persen perekonomian nasional digerakkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah. "Saya setuju dengan kehadiran Pusat Studi ini," kata Ravik usai acara peluncuran di kampus setempat.

Pusat Studi memiliki tiga divisi, yaitu penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan pendampingan koperasi dan UMKM. Kepala Pusat Studi Totok Mardikanto mengatakan seluruh fakultas akan terlibat dalam pendampingan. Teknisnya, semua fakultas membentuk mitra binaan yang disesuaikan dengan fakultas bersangkutan.

"Misalnya untuk fakultas pertanian ada mitra tani, fakultas sastra membuat mitra budaya, fakultas kedokteran dengan mitra sehat, dan fakultas hukum membentuk mitra hukum," kata Ravik.

Sasaran pendampingan adalah pelaku usaha mikro di sektor informal. Dia mencontohkan seperti pedagang angkringan yang ada di Surakarta diprediksi ada 2 ribu pelaku usaha, usaha pertukangan, bengkel, dan industri pariwisata.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan yang hadir saat peluncuran mengatakan selama hampir dua tahun menjabat, baru kali ini meresmikan Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi dan UMKM. "Di universitas lainnya belum ada," kata Syarifuddin.

Dia menilai UNS Surakarta termasuk universitas yang berpihak pada pelaku usaha mikro dan koperasi. "Nantinya kalau ada yang ingin belajar berwirausaha, belajar mendampingi pelaku usaha mikro, datanglah ke UNS," kata dia. "Semoga Pusat Studi ini bisa mengubah citra UKM dari kelas teri menjadi kakap miliaran."

UKKY PRIMARTANTYO