Presiden Didesak Setujui Perpres Rel Bandara Soetta

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak menyetujui pembentukan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Konsorsium itu akan ditunjuk untuk membangun rel ganda kereta api dari Tanah Tinggi ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

"Tanpa ada persetujuan melalui peraturan presiden, proyek tidak bisa dibangun," kata Wakil Ketua Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat Nusyirwan Soejono di sela-sela kunjungannya ke lokasi pembangunan rel ganda lintas Duri-Tangerang, Selasa, 28 Juni 2011.

Dalam proyek ini akan dibangun rel kereta api ganda dari Tanah Tinggi ke Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 7 kilometer. Proyek ini ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2012 hingga 2013. Jalur rel ini akan bersambung dengan rel ganda lintas Duri-Tangerang yang sudah dibangun sejak 2010.

Kementerian Perhubungan akan menunjuk konsorsium Badan Usaha Milik Negara untuk membangun rel ganda tersebut. Proses penunjukan akan dilakukan melalui Peraturan Presiden.

Nusyirwan menjelaskan bahwa pembangunan rel ganda kereta api ke Bandara Soekarno-Hatta sudah cukup lama direncanakan. Namun, proyek tak juga dibangun karena tidak ada investor yang berminat untuk berinvestasi.

Saat ini, kata dia, PT Kereta Api Indonesia dan sejumlah badan usaha siap bergabung dalam konsorsium untuk membangun proyek itu. Pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harus mendukung langkah perusahaan ''pelat merah'' itu.

Bukan hanya soal investasi, lanjut Nusyirwan, proyek ini sangat ditunggu publik yang sudah jenuh dengan kemacetan jalur transportasi ke bandara. Sebab, rel ganda ini akan menjadi alternatif transportasi yang akan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di sekitar Jabotabek. "Makanya, Peraturan Presiden harus segera diterbitkan," ujarnya.

TRI SUHARMAN