foto

TEMPO/Gunawan Wicaksono

Da’i Bachtiar Mengakhiri Masa Tugasnya Sebagai Duta Besar  

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Dai’ Bachtiar, mengakhiri tugasnya sebagai kepala perwakilan di negara tetangga tersebut. Selama tiga tahun menjabat sebagai kepala perwakilan Pemerintah Indonesia di Malaysia, Da’i turut merasakan pasang-surut hubungan kedua negara.

Dalam acara perpisahan yang diadakan di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Selasa 28 Juni 2011 malam, mantan Kapolri ini menceritakan kembali berbagai hal yang pernah dialaminya selama menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Malaysia.

Pasang-surut hubungan Indonesia-Malaysia terutama karena masalah perbatasan, klaim budaya, serta hal-hal yang berkait dengan tenaga kerja Indonesia di Malaysia hingga masalah rumah tangga artis Manohara Odelia Pinot. Semuanya turut mewarnai masa tugas Da’i Bachtiar selama tiga tahun.

Beberapa hal positif yang membawa perubahan dalam pelayanan terhadap warga negara Indonesia di Malaysia turut mewarnai pengabdian Da’i, termasuk pelayanan satu hari selesai (one day service) kepada WNI yang akan mengurus dokumen keimigrasian. Atas prestasinya, KBRI Kuala Lumpur mendapat penghargaan ISO 9001 dan Piala Citra Pelayanan Prima pada tahun 2008.

Kepada Tempo, Da’i mengaku telah dimintai pertimbangan oleh presiden tentang sosok yang akan menggantikannya sebagai kepala perwakilan Indonesia di Malaysia. “Saya hanya membantu memberikan kriteria calon Duta Besar Indonesia di Malaysia, terutama terkait pelayanan dan perlindungan penduduk Indonesia yang jumlahnya cukup banyak di Malaysia,” kata Da’i.

Selama menunggu duta besar defenitif yang akan ditetapkan pemerintah dan DPR, Wakil Duta Besar Mulya Wirana diangkat sebagai Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI).

MASRUR (KUALA LUMPUR)