foto

Rapat Paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto

Pimpinan DPR Didesak Batalkan Proyek Gedung Baru DPD  

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga yang menyoroti anggaran negara, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), mendesak proyek pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dihentikan. Melalui surat terbuka, FITRA meminta Ketua DPR Marzuki Alie menghentikan proyek yang dinilai memboroskan uang negara itu.

“Batalkan saja pembangunan gedung baru DPD itu, Pak Marzuki. Sekarang ''bola'' panas ada pada tangan pimpinan DPR dan Komisi III DPR,” kata Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, melalui siaran persnya hari ini, Rabu 29 Juni 2011.

Uchok mengatakan, jika tak mau membatalkan pembangunan Gedung DPD, berarti pimpinan Dewan telah ikut-ikutan mengorbankan hak pendidikan anak-anak daerah. Sebab, alokasi anggaran tahun 2011 untuk pembangunan Gedung DPD sebesar Rp 565 miliar akan memakan hak anak-anak daerah mengikuti jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Jumlah anak yang terancam menjadi korban sebanyak 12.293 anak.

Jika rata-rata biaya pendidikan seorang anak mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi sebesar Rp 46 juta, berarti setiap provinsi akan kehilangan generasi muda sebanyak 373 orang setiap tahun. “Tidak susah membatalkan pembangunan tersebut, tinggal kekompakan dan political will dari pimpinan DPR dan Komisi III,” kata Uchok menambahkan.

Proyek pembangunan gedung baru DPD menelan anggaran total sebesar Rp 823 miliar. Jika di tahun 2011 sudah dianggarkan sebanyak Rp 565 miliar, sisanya sebanyak Rp 282 miliar akan dialokasikan di tahun 2012. “Dan ini baru gedung fisik saja, belum termasuk alokasi seperti biaya teknologi informasi, perabot, dan biaya perawatan setiap tahun. Ini sungguh mahal betul,” kata Uchok.

MAHARDIKA SATRIA HADI