foto

Harijadi Soedarjo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Agra Wattie Tahan Seluruh Laba

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan perkebunan sawit dan karet PT Jaya Agra Wattie tahun ini tak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Menurut Direktur Utama Agra Wattie, Harjadi Soedarjo, laba bersih perseroan tahun buku 2010 sebesar Rp 80 miliar digunakan sebagai dana cadangan sebesar Rp 7,2 miliar, dan sisanya sebagai saldo laba untuk pengembangan usaha.

Usai rapat umum pemegang saham, Kamis 30 Juni 2011, ia mengatakan perseroan yang baru mencatatkan diri di bursa efek ini butuh biaya besar untuk pembukaan kebun seluas 450 hingga 600 hektare dan pembangunan pabrik pengolahan sawit dan karet baru di Kalimantan Selatan. Total kebutuhan dana mencapai Rp 273 miliar, dinaikkan dari rencana belanja modal awal sebesar Rp 179 miliar.

Direktur Keuangan Bambang Ibrahim menambahkan sumber dana belanja modal berasal dari sisa dana hasil penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp 112 miliar. Selebihnya diambil dari kas internal perusahaan yang hingga Juni ini mencapai Rp 500 miliar.

Ia mengatakan menjelang semester pertama tahun ini laba bersih perusahaan sekitar Rp 115 miliar. Sampai akhir Juni di akhir semester hingga Rp 120 miliar, sedangkan target laba bersih tahun ini dipatok Rp 192 miliar. "Itu target satu tahun," kata dia.



 



 



 



MUHAMMAD TAUFIK