Topik
Pabrik Semen Cina Ekspansi ke Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan nasional semen Cina, Anhui Conch Cement Company Ltd. atau Conch Group, akan membangun 4 pabrik semen di Kalimantan dan Papua. Total investasi yang bakal digelontorkan mencapai US$ 2,35 miliar atau sekitar Rp 20,17 triliun. "Kami harap tahun ini sudah bisa mulai dibangun," kata Chairman China Anhui Corch Group Co. Ltd, Guo Wen San, Rabu, 29 Juni 2011.
Keempat pabrik itu nantinya akan dibangun di Tanjung, Kalimantan Selatan, Tanah Grogot di Sepinang, Kalimantan Timur, Pontianak di Kalimantan Barat, dan Papua Barat. Total produksi mencapai 36,4 ribu ton klinker per hari.
Pembangunan pabrik mempertimbangkan pesatnya pertumbuhan ekonomi dalam bidang konstruksi yang mendorong permintaan semen. Apalagi Kalimantan memiliki sumber daya kapur dan logistik transportasi cukup lancar yang cocok untuk membangun pabrik berkapasitas besar. Ditambah lagi letak geografis Indonesia yang berdekatan dengan Malaysia, Brunei, Filipina, Singapura, dan Australia, memberikan keuntungan ekspor bagi pengangkutan logistik semen.
Direktur Jenderal Komisi Pengawasan BUMN, Provinsi Anhui, Cina, Xu Chong Xin, mengatakan rencana investasi ini sebagai respons atas kunjungan Perdana Menteri Wen Jiabao, April lalu. Dalam kunjungan itu Cina akan memperluas kerja sama di bidang infrastruktur, perdagangan, dan ekonomi kedua negara. "Ini terobosan baru dalam kerja sama antara Anhui dan Indonesia dengan investasi awal sebesar lebih dari US$ 1 miliar.”
Menurut Menteri Perindustrian Mohamad Sulemen Hidayat, saat ini produksi semen nasional mencapai 52 juta ton per tahun. Jumlah ini berasal dari 9 produsen semen nasional yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dengan utilitas 72 persen dan produksi mencapai 37,8 juta ton per tahun. Jumlah itu masih sama dibanding kebutuhan semen nasional tahun lalu yang mencapai 40,7 juta ton. Kebutuhan semen diprediksi naik 7-10 persen per tahun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gita Wirjawan, menambahkan, selain pembangunan pabrik semen, Pemerintah Provinsi Anhui juga tertarik membangun industri baja. Lokasinya yang berada di Indonesia bagian timur dapat memaksimalkan program pemerataan industri di luar Jawa.
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, mengatakan saat ini Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam bahan baku melimpah. "Tapi, kurang investor untuk mengolahnya.”
AGUNG SEDAYU





