TEMPO/Tony Hartawan
Infografis
Kementerian Energi Tak Setuju Harga Elpiji Dinaikkan
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral tidak menyetujui keinginan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 dan 50 kilogram. "Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan," kata Evita Legowo, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi di Jakarta, Kamis 30 Juni 2011.
Evita menolak menjelaskan pertimbangan yang dimaksud. Begitupula dengan Staf Ahli bidang Investasi dan Produksi, Kardaya Warnika. "Yang jelas belum ada persetujuan. Kami butuh kajian," kata Kardaya.
Kardaya juga mengatakan kementerian belum menyetujui pemberian subsidi untuk elpiji 12 maupun 50 kilogram. Sebab, elpiji tersebut non-PSO (public service obligation). "Kalau yang bukan PSO harus dikaji dampaknya seperti apa," kata dia.
PT Pertamina akan menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 dan 50 kilogram sekitar 10 persen. Sebab perusahaan minyak pelat merah itu rugi besar karena masih memberikan subsidi pada elpiji tersebut. Pada tahun lalu, Pertamina mengaku tekor hingga Rp 3,24 triliun. Adapun kuartal pertama tahun ini, Pertamina juga rugi sampai Rp 1 triliun.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Mochamad Harun mengatakan Pertamina tetap akan menaikkan harga elpiji 10 persen. Kenaikan harga akan diumumkan paling lambat besok, Jumat 1 Juli 2011.
Namun demikian, harga elpiji yang dipastikan naik berukuran 50 kilogram. Adapun keniakan harga elpiji berukuran 12 kilogram masih dikaji bersama Kementerian Energi.
Ia menjelaskan Kementerian Energi menyetujui kenaikan harga elpiji berukuran 50 kilogram karena disparitas harga di kalangan pengusahan sudah cukup tinggi. Sementara kenaikan elpiji berukuran 12 kilogram harus dikaji karena dikhawatirkan konsumsi beralih pada elpiji berukuran 3 kilogram.
Ia yakin kenaikan harga elpiji bisa diterima kalangan pengusaha industri. Sebab, mereka juga membutuhkan stok elpiji untuk tambahan konsumsi. Apalagi rencana tersebut sudah disampaikan kepada mereka sejak awal. "Kami menambah pasaokan elpiji, tapi kami dibantu juga bila harga dinaikkan," kata dia.
TRI SUHARMAN





