foto

Pedagang daging. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Jelang Ramadan, Harga Daging Diprediksi Naik 10 Persen  

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia memperkirakan kenaikan harga daging sapi hingga 10 persen menjelang Ramadan. "Sejumlah daerah akan merasakan kenaikan harga," kata Teguh Boediyana, Ketua Perhimpunan Peternak, ketika dihubungi Jumat, 1 Juli 2011.

Kenaikan itu dipengaruhi permintaan daging yang bakal melonjak. Teguh menjelaskan permintaan daging di sejumlah daerah meningkat karena adanya tradisi masyarakat tertentu menyambut hari besar umat Islam tersebut. Di Jawa Barat terdapat tradisi Munggahan. Tradisi ini berupa acara makan bersama antarwarga.

Meski begitu, ia menganggap kenaikan harga ini masih berada dalam taraf yang normal. Gejolak harganya akan kembali seperti sediakala bila tradisi maupun kegiatan keagamaan itu sudah usai digelar.

Ia juga memastikan persediaan daging dari sapi bakalan tidak akan berkurang meski Australia belum membuka keran ekspornya ke Indonesia. Catatan perhimpunan menunjukkan stok sapi bakalan impor diperkirakan melebihi 100 ribu ekor. Angka itu akan ditopang dengan sapi lokal yang populasinya telah mencapai 14 juta ekor.

"Ini jumlah yang cukup menggembirakan," kata dia. "Ketersediaan lokal membuat stok sudah aman sampai akhir tahun."

Ia berharap pemerintah bisa mempertahankan jumlah populasi dengan melarang pemotongan sapi betina. Dengan begitu, dia yakin stok sapi hidup, daging, maupun kondisi harga akan berjalan secara normal.

Adapun harga daging pada situs Kementerian Perdagangan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan. Pada 1 Juli, harga berada pada kisaran Rp 68.295 per kilogram, pada 15 Juli harga pada level Rp 69.248 per kilogram, sedangkan pada 30 Juli sebesar Rp 69.107 per kilogram.

TRI SUHARMAN