Surabaya dan Bandung Jadi Contoh Perbaikan Kawasan Kumuh

Surabaya dan Bandung Jadi Contoh Perbaikan Kawasan Kumuh

Dua pria mencari logam di dasar sungai di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (17/5). Angka kemiskinan nasional pada 2009 berkisar 12-13,5 % atau lebih rendah dari 2008 yang mencapai 15,4 %. Tempo/Panca Syurkani

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memilih kawasan kumuh di Surabaya dan Bandung untuk proyek percontohan penanggulangan kemiskinan perkotaan. "Daerah yang potensial jadi target pembenahan kawasan kumuh adalah Bozem Morokrembangan di Surabaya dan Tamansari di Bandung," ujar juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat di Kantor Wakil Presiden, Jumat, 1 Juli 2011.

Bozem Morokrembangan, wilayah seluas 856,44 hektare, kini dihuni sebanyak 124.490 orang atau sekitar 6.500 kepala keluarga. Adapun Tamansari yang luasnya 152 hektare disesaki oleh 28.630 orang penduduk.

Menurut Yopie, pemerintah juga sedang memproses penetapan target percontohan pembenahan kawasan kumuh di DKI Jakarta, Medan, dan Makassar. Lokasi pastinya akan ditentukan dalam waktu dekat. Dalam waktu tiga tahun, pemerintah menargetkan beberapa kawasan sebagai percontohan.


Boediono, kata Yopie, yakin langkah ini bisa menuntaskan masalah kemiskinan di kota. Penanganannya tak bisa lepas dari penataan lingkungan, pembinaan kemanusiaan, serta pembenahan kesempatan usaha bagi penduduknya.


Ada tiga pendekatan dalam pembangunan kawasan kumuh tersebut, yakni perbaikan lingkungan, perbaikan sumber daya manusia, serta perbaikan dan pengembangan usaha masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.


Sasaran pengentasan kemiskinan kota terdiri atas tiga kelompok. Yakni, gelandangan, penduduk kawasan yang kumuh tapi masih bisa diatur, serta kawasan kumuh yang sangat padat dan ekstrim.

Rapat membahas proyek ini di Kantor Wakil Presiden dihadiri antara lain oleh Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Wakil Menteri Keuangan Any Ratnawaty, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto.


Program pengentasan kaum miskin kota ini adalah kelanjutan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat kerja pemerintah di Istana Bogor pada April lalu. Saat itu ia memaparkan program penanggulangan kemiskinan klaster IV, yang salah satunya adalah penanganan kemiskinan di perkotaan.

BUNGA MANGGIASIH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X