Dedeh Erawati. ANTARA/Andika Wahyu
Berita Terkait
Topik
Dedeh Erawati Belum Tertandingi di Kejurnas Atletik
TEMPO.CO, Jakarta -- Dedeh Erawati tetap belum bisa tertandingi di Kejuaraan Nasional Atletik 2011 yang berakhir Sabtu, 2 Juli 2011, di Stadion Madya Senayan. Pelari gawang 100 meter putri asal DKI Jakarta berusia 32 tahun ini masih menjadi yang terbaik setelah finis terdepan dengan catatan waktu 13,42 detik. Namun, hasil ini juga masih jauh dari catatan terbaiknya yang merupakan rekor nasional yaitu 13,20 detik yang dibuatnya pada 2010 lalu.
Menyusul di belakang Dedeh, Maryati dari Nusa Tenggara Barat 14,30 detik terpaut hampir satu detik di belakangnya. Sementara itu, salah satu pelari yang diproyeksikan menjadi penerus Dedeh, Agustine Bawele asal Sulawesi Utara finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 14,74 detik.
Dari nomor lari estafet 4 X 100 meter putra, Nusa Tenggara Barat menjadi yang terbaik. Ini seperti menyusul kesuksesan Safwaturahman yang sebelumnya meraih emas di nomor lari 200 meter putra. Tim NTB yang diperkuat oleh Made Budiasa, Safwaturahman, Fadlin, dan M. Fathoniah finis terdepan dengan catatan waktu 40,48 detik. "Mudah-mudahan ini bisa membawa hasil maksimal di Kejuaraan (Dunia Junior) di Prancis," katanya.
Sementara itu, tim Jawa Timur menyusul di urutan kedua dengan catatan waktu 40,62 detik. Tim Papua yang diperkuat oleh salah satunya Franklin Burumi finis di tempat ketiga dengan catatan waktu 41,29 detik.
Sukses serupa juga dibukukan tim putri NTB yang turun di nomor lari estafet 4 X 100 meter putri. Supiati, Nely Susanti, Nurul Imaniar, Rostinah finis terdepan dengan catatan waktu 46,85 detik. Hasil ini terpaut sebanyak satu detik lebih dari rekor nasional yang dicatatkan tim nasional Indonesia pada SEA Games Laos 2009 lalu.
Medali perak menjadi milik DKI Jakarta yang finis kedua dengan catatan waktu 49,58 detik. Sementara, medali perunggu menjadi milik Jawa Barat yang finis di belakang DKI Jakarta dengan catatan waktu 49,70 detik.
Rekor kembali terpecahkan di nomor melempar. Atlet lontar martil, Dudung Suhendi asal Jawa Barat membukukan rekor baru sejauh 55,96 meter. Selain meraih medali emas, Dudung mematahkan rekor nasional sebelumnya sejauh 53,34 meter atas nama Ong Kok Hin yang dibukukan pada 1997 silam.
Sementara itu, dua atlet asal Sumatra Utara menduduki peringkat kedua dan ketiga. M. Ridwan berhak atas perak setelah membukukan lemparan sejauh 49,89 meter. Medali perunggu diraih oleh Zulham Effendi dengan catatan lemparan sejauh 46,34 meter.
Secara keseluruhan, Jawa Timur keluar sebagai juara umum dengan perolehan 10 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Nusa Tenggara Barat - yang sehari sebelumnya memimpin - justru hanya bisa puas di tempat kedua dengan 9 emas, 2 perak, 3 perunggu. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Jawa Tengah dengan 5 emas, 4 perak, 7 perunggu. DKI Jakarta berada di peringkat ke empat dengan perolehan 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
EZTHER LASTANIA





