TEMPO/Fahmi Ali
Raksasa Semen Prancis Pastikan Bangun Pabrik di Langkat
TEMPO.CO, Jakarta - Produsen semen terbesar Prancis, Lafarge Cement, memastikan membangun pabrik di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pembangunan pabrik baru itu menelan investasi Rp 5 triliun. Sedangkan kapasitas produksi nantinya diharapkan 1,5 juta ton per tahun.
Hal tersebut dikemukakan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat ketika bertemu Chief Executive Officer Lafarge Cement seiring dengan kunjungan Perdana Menteri Prancis Francois Fillon pada Jumat lalu. Menurut Hidayat, Lafarge sudah melakukan studi untuk melengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Pemerintah berjanji mengawal investasi dengan mempercepat proses perizinan. Kementerian mengharapkan pabrik baru itu sudah dapat dibangun pada awal tahun depan. "Jika semua berkas yang dibutuhkan lengkap, dalam satu bulan izin bisa keluar," kata Hidayat di Jakarta, Ahad, 3 Juli 2011.
Sejatinya Lafarge memiliki pabrik di Aceh berkapasitas 1,6 juta ton per hari. Pabrik itu hancur saat tsunami melanda Aceh. Untuk renovasi pabrik Lafarge mengeluarkan US$ 300 juta. "Perbaikannya sudah selesai dan mulai percobaan operasi," kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Panggah Susanto.
Salah satu pertimbangan Lagarge membangun pabrik semen di Langkat karena besarnya pasokan bahan baku di daerah tersebut. Konon pasokan bahan baku semen di Langkat cukup untuk 30 tahun produksi. "Langkat kaya bahan baku semen, sehingga tidak perlu jauh mengambil di tempat lain," ujar Panggah.
Rencananya, setelah selesai membangun pabrik di Langkat, Lafarge juga berminat membangun pabrik semen di Jawa. "Mereka bilang sudah berbicara dengan PT Semen Gresik mengenai rencana tersebut," kata Hidayat. Namun, lokasi dan kapasitas pabrik yang akan dibangun masih dalam pembahasan.
Investasi Lafarge menggenapi deretan pabrik semen baru di Tanah Air. Sebelumnya perusahaan semen Cina, Anhui Conch Cement Company Ltd atau Conch Group, akan membangun 4 pabrik di Kalimantan dan Papua. Total investasi yang digelontorkan mencapai US$ 2,35 miliar atau Rp 20,17 triliun.
Setiap tahun kebutuhan semen dalam negeri naik 7-10 persen atau 4 juta ton, sehingga kebutuhan pada 2015 diperkirakan lebih dari 55 juta ton. Jika ingin memenuhi seluruh kebutuhan, setidaknya pemerintah perlu membangun 2 pabrik berkapasitas 2 juta ton saban tahun.
AGUNG SEDAYU | BOBBY CHANDRA





