Seorang tentara Thailand mengikuti Pemilu Thailand. AP/Wason Wanichakorn
Topik
Militer Thailand Siap Terima Hasil Pemilu
TEMPO.CO, Bangkok - Menteri pertahanan Thailand sekaligus bekas Panglima Angkatan Darat Prawit Wongsuwan menyatakan militer siap menerima hasil pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai oposisi.
"Saya katakan militer tidak berhasrat untuk keluar dari aturan main yang ada," kata Prawit Wongsuwan, yang memiliki kedekatan dengan pemimpin militer kepada Reuters, Senin, 4 Juli 2011.
"Militer bisa menerima hasil pemilihan umum. Saya katakan sejelasnya bahwa kami tidak akan pernah berpikiran untuk merusak negara," tambahnya.
Thailand menggelar pemilihan umum, 3 Juli 2011, untuk pertama kalinya sejak militer membubarkan secara paksa demonstrasi besar-besaran yang menewaskan 90 orang dan melukai 1.400 lainnya.
Pemilhan umum kali ini diikuti 42 partai politik dengan 47 juta pemilih. Plebisit ini akan menentukan 500 kursi anggota parlemen. Pesta demokrasi ini juga menjadi batu ujian bagi Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva yang naik ke tampuk kekuasaan tiga tahun lalu.
Dari hasil pengumpulan suara sementara, kelompok oposisi Partai Puea Thai pimpinan Yingluck Shinawatra unggul atas partai berkuasa, Partai Demokrat, pimpinan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.
Kendati penghitungan suara belum berakhir, Abhisit Vejjajiva mengaku kalah dan mengucapkan selamat kepada lawannya, Yingluck Shinawatra. "Saya mengaku kalah. Saya ucapkan selamat kepada Partai Puea Thai untuk membentuk pemerintahan," ujar Abhisit.
REUTERS | CA





