Topik
Penderita Atresia Bilier di Medan Menanti Pengobatan
TEMPO.CO, Medan - Zaneta Marindhaseli, 6 bulan, menderita atresia bilier--penyakit lantaran saluran empedunya tidak terbentuk--menanti uluran tangan untuk mendapatkan perawatan.
Orang tua Zaneta mengaku pasrah. “Bingung dan pasrah sajalah, mau diobati di mana lagi,” ujar Rudi Sinamo kepada Tempo, Senin, 4 Juli 2011.
Rudi menyebutkan bahwa semula putri tunggalnya itu dirawat di Rumah Sakit Sari Mutiara. “Pada Selasa, 26 Juni 2011, dia (Zaneta) mengalami perdarahan dan oleh dokter dirujuk ke RSU Adam Malik,” ujarnya.
Empat hari di RSU Adam Malik, Rudi menerima keterangan dari pihak dokter bahwa penanganan putrinya tak dapat dilakukan. “Dokter mengatakan tak dapat mengobati, obat tidak ada dan tak bisa dicari solusinya,” kata Rudi.
Mengetahui hal itu, Rudi pun membawa anaknya kembali ke rumah. “Lebih baik saya bawa pulang ke rumah lagi,” tuturnya.
Kepala Sub Bagian Humas RSU Adam Malik, Sairi M. Saragih, belum mau berkomentar. “Saya sudah di rumah,” kata Sairi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Sairi belum mau memberikan keterangan lantaran belum mendapatkan keterangan dan memeriksa berkas di ruang perawatan anak. “Besok saja, saya harus cek dulu ke ruang anak dan menanyakan apa betul dipulangkan atau bagaimana,” katanya.
Sebelumnya, kasus penderita atresia bilier di Medan, dialami oleh Melati, putri pasangan Yuli Afrizal dan Meirika. Semula, bocah berusia lima tahun itu mendapatkan pertolongan, namun akhirnya meninggal.
SOETANA MONANG HASIBUAN





