TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Harga Telur Terus Naik
TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada awal Agustus mendatang, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.
Berdasarkan pantauan Tempo di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, harga beras, telur ayam, dan daging ayam mengalami kenaikan cukup tinggi dalam dua pekan terakhir. Harga beras jenis Gareng misalnya, di tingkat pengecer harganya naik dari Rp 7000 per kilogram menjadi Rp 8000 per kilogram. “Semua jenis naiknya sekitar 15 persen,” kata Yenni, pengecer berbagai kebutuhan pokok di lapak kecilnya, Rabu, 6 Juli 2011.
Harga telur ayam ras yang pekan lalu oleh Yenni dijual seharga Rp16.000 per kilogram, kini dijualnya seharga Rp17.000 per kilogram. Harga mie instan juga naik dari Rp1.200 per bungkus menjadi Rp1.300. Sebaliknya, harga gula turun dari harga Rp10.000 per kilogram menjadi Rp 9.500 per kilogram.
Kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok ini, menurut Yenni, memang biasa terjadi menjelang bulan Ramadan. Ia mengaku tak mengerti apa penyebabnya. “Dari grosirnya sudah begitu, kita ikut saja,” ujarnya.
Daging ayam ras juga salah satu barang yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Pekan lalu dijual seharga Rp 24-25 ribu per kilogram, kini melonjak jadi Rp 27 ribu per kilogram.
Menurut Anto, penjual ayam, kenaikan ini belum seberapa. Harga daging ayam biasanya akan terus mengalami kenaikan saat bulan Ramadan hingga Lebaran tiba. “Mungkin bisa sampai Rp 35 atau Rp 40 ribu,” ujar pemuda ini.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Agus Suherman, kenaikan harga berbagai kebutuhan memang biasa terjadi menjelang bulan Ramadan. Bulan Ramadan, menurut dia, memiliki dampak psikologis tersendiri bagi pedagang. “Jadi, walaupun pasokan barang aman mereka naikkan saja karena faktor Ramadan itu,” ujarnya.
Agus mengatakan, Tim Pemantau Inflasi Daerah DKI Jakarta harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya inflasi pada Juli-Agustus 2011 terkait bulan puasa dan Lebaran. “Kami berharap agar Tim Pemantau Inflasi Daerah berupaya keras menekan laju inflasi agar tidak naik terlalu tinggi,” ujarnya.
Menurut Agus, saat harga semakin melambung dan permainan harga oleh pedagang dicurigai sebagai penyebabnya, pemerintah bisa melakukan operasi pasar. “Ini efektif untuk meredakan dampak psikologis itu, jadi pedagang yang mau menaikkan harga tak berani lagi sebab ada barang murah dari operasi pasar.”
PINGIT ARIA





