foto

TEMPO/ Nita Dian

Harga Sayur-Mayur di Kramat Jati Naik Lebih dari 50 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pekan menjelang Ramadan, harga komoditas sayur-mayur mulai merangkak naik. Kenaikan harga cukup signifikan terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. "Harga cabai merah keriting dan kol naik signifikan," kata salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Parlaba, 53 tahun, Rabu, 6 Juli 2011.

Menurut Parlaba, salah satu komoditas yang harganya naik adalah bawang merah. Dia mengatakan dalam dua pekan ini harga bawang merah melonjak dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu-Rp 15 ribu per kilogram.

Dia mengatakan harga cabai merah keriting melonjak hingga Rp 22 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 12 ribu per kilogram. "Harga ini sudah berlangsung satu bulan," ujarnya. Harga kol Medan, Parlaba menambahkan, naik dari Rp 6 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Harga kentang terbilang stabil. Saat ini, harga kentang untuk kelas A berada di kisaran Rp 6 ribu per kilogram. Untuk kelas B, kata Parlaba, masih Rp 4 ribu per kilogram. "Kemudian untuk kentang kelas C di harga Rp 2 ribu per kilonya," tutur Parlaba yang sejak 1976 berjualan sayur-mayur di Kramat Jati. Komoditas lain yang juga naik harga adalah melon, dari Rp 6 ribu menjadi Rp 12 ribu per buah.

Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Induk Kramat Jati, Bambang Mudori, menjelang bulan puasa harga komoditas sayur memang naik. "Naik itu biasa," katanya. Penyebabnya, kata dia, karena permintaan masyarakat yang melebihi stok komoditas yang ada di Kramat Jati. "Namun, saya belum menghitung stok yang ada saat ini bisa sampai kapan."

Suasana Pasar Induk Kramat Jati siang ini tampak ramai. Puluhan truk hilir mudik membongkar dan memuat komoditas sayur dan buah. Meski pagi sudah lewat, masih ada ibu-ibu pedagang sayur gendong yang mengangkut bawaannya ke sepeda motor.

HERU TRIYONO