TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Infografis
Pemerintah belum Sepakat Naikkan Harga Elpiji
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah belum menyepakati permintaan Pertamina untuk menaikkan harga gas elpiji ukuran 50 kilogram. Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Evita H Legowo, pihaknya belum menyepakati permintaan kenaikan harga elpiji itu. “Dari pemerintah belum (sepakat). Saya belum bisa sampaikan kapan waktunya,” ujarnya sambil berlalu usai mengikuti rapat dengan Komisi Energi di DPR, Rabu 6 Juli 2011. Evita tak menyebut alasan pemerintah belum menyetujui usulan kenaikan.
Jumat lalu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Mochammad Harun, menyatakan bahwa harga elpiji non subsidi 50 kilogram akan dinaikkan sebesar 10 persen pada pekan ini.
Menurutnya, Direksi Pertamina sudah memutuskan untuk sesuaikan harga LPG 50 kilogram. Namun Harun belum bisa menyebut kapan tanggal resmi kenaikan harga elpiji tersebut.
Harga jual gas non subsidi ini masih dijual dengan harga di bawah harga wajar. Tiap kilogram gas sebenarnya harga keekonomiannya Rp 8.500- Rp 9.000. Tapi dijual dengan harga Rp 7.355 per kilonya.
Akibatnya, kata Harun, Pertamina merugi triliunan rupiah. Tahun lalu Pertamina tekor sampai Rp 3,24 triliun. Untuk kuartal I tahun ini, Pertamina juga rugi sampai Rp 1 triliun. "Kami ingin berbagi kerugian ini," ujarnya.
NUR ROCHMI





