foto

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh. TEMPO/Zulkarnain

Menteri Nuh Janji Evaluasi Proyek yang Ditangani Nazaruddin

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan akan mengevaluasi seluruh proyek di kementeriannya. Evaluasi tidak mengkhususkan proyek-proyek yang dimenangi perusahaan-perusahaan terkait Muhammad Nazaruddin.

"Apa saja pasti kami lakukan, sebagai bagian dari pengawasan internal. Kami tidak melakukan sasaran pada si A atau si B," kata Menteri Nuh, Kamis, 7 Juli 2011.

Menteri Nuh mengungkapkan, evaluasi terhadap seluruh pengadaan adalah bagian dari mekanisme internal. "Kami harus bisa memastikan pengadaan barang dan jasa apa pun sesuai dengan aturan," kata Nuh.

Evaluasi tak pilah-pilah karena bisa jadi pelaksananya orang lain atas proyek yang dimenangi tendernya oleh sebuah perusahaan. Dalam upaya menguatkan kontrol, Nuh mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Tadi pagi kami undang KPK untuk memberi penguatan kontrol internal," tutur Nuh.

Seperti diberitakan Koran Tempo, layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) di Kementerian Pendidikan Nasional tak mencantumkan informasi tentang pemenang tender proyek pengadaan alat kedokteran kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, Surabaya, yang diduga terkait dengan M. Nazaruddin.

Berdasarkan penelusuran Tempo, keterangan mengenai proyek pengadaan pada 2010 senilai Rp 99 miliar itu tak memuat informasi lengkap. Misalnya, harga penawaran semua peserta lelang bernilai nol rupiah.

Dua perusahaan peserta tender ini disebut-sebut terkait dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin yang menjadi buron KPK. Perusahaan itu adalah PT Buana Ramosari Gemilang dan PT Alfindo Nuratama Perkasa.

Kepala Lembaga Kajian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Rahardjo mengatakan panitia lelang wajib mengumumkan pemenangnya berikut calon pertama, kedua, dan seterusnya. "Lengkap dengan harganya," katanya kepada Tempo, Senin lalu.

MARTHA THERTINA