foto

REUTERS| Tony Gentile

Pyeongchang, Tuan Rumah Olimpiade Musim Dingin 2018

TEMPO.CO, Pyeongchang disepakati oleh anggota Komite Olimpade Internasional untuk menjadi tuan rumah Olimpide Musim Dingin 2018 setelah meraih 63 suara dari 95 pemilih.

Dalam pemungutan suara yang berlangsung hanya satu putaran itu, kota ini mengalahkan Munich (Jerman) yang mendapatkan 25 suara dan Annecy (Prancis) dengan tujuh suara.

Sebelumnya, Pyeongchang pernah mengajukan diri sebagai tuan rumah perhelatan olahraga dunia itu, namun untuk tahun 2010 dikalahkan oleh Vancouver dan Sochi (2014).

"Ini merupakan hari yang paling membahagiakan bagi negara dan rakyat kami serta jutaan pemuda yang memimpikan olahraga musim dingin," ujar pejabat Pyeongchang, Cho Yang-ho.

Pyeongchang yang berpenduduk 47 ribu ini terletak di pantai timur Korea Selatan. Menurut Cho Yang-ho, Pyeongchang bisa menjadi pasar baru bagi Asia dan pusat olahraga musim dingin di kawasan ini.

Olimpiade musim dingin ini sesungguhnya telah berlangsung dua kali di Asia. Keduanya berlangsung di Jepang, yakni di Kota Sapporo (1972) dan Nagano (1998).

Pengumuman Presiden IOC Jacques Rogge yang menyebutkan bahwa Pyeongchang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin disambut gembira oleh Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak. Bahkan, dia langsung merayakannya bersama para utusan Korea Selatan dan bekas juara Olimpiade cabang sepatu roda, Kim Yu-na.

"Saya akan membuat Olimapde ini bagus," ujar Lee. "Ini sebuah kemenangan bagi rakyat Korea, terima kasih kepada Anda semua," tambahnya.

Pada saat itu, utusan Organisasi Olimpiade Inggris menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Pyeongchang sebagai tuan rumah.

"Sebagai kota pertama di luar Jepang yang menjadi tuan rumah, Pyeongchang akan membuat kegembiraan baru bagi para peserta. Ke depan, saya yakin perhelatan ini akan membawa kemajuan dan kebanggaan bagi Asia," ujar Ketua Olimpade Inggris Colin Moynihan.

BBC | CA