TEMPO/Fransiskus
Topik
Kabut Asap Melanda Palangkaraya
TEMPO.CO, Palangkaraya - Kabut asap tipis diduga akibat pembakaran lahan oleh masyarakat mulai melanda Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kondisi ini terjadi terutama saat pagi hingga menjelang siang serta sore hari, sejak Selasa, 5 Juli 2011.
Pantauan di lapangan, pembakaran yang diduga untuk membuka lahan terjadi di sejumlah wilayah di pinggiran kota. Daerah-daerah itu juga merupakan langganan terjadi kebakaran hutan, yakni di ujung Jalan Tingang, Jalan G. Obos, dan beberapa wilayah di dalam hutan di sekitar Jalan Cilik Riwut dan Jalan Mahir Mahar.
Latif, warga Jalan Cilik Riwut, mengatakan kabut asap mengganggu pernapasan. Selain itu, kabut asap ini juga kadang mengganggu jarak pandang warga. “Namun, kami belum perlu sampai memakai pelindung hidung (masker),” ujarnya ketika ditemui, Kamis, 7 Juli 2011.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya, Hidayat, mengemukakan, sejak akhir Juni lalu, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah memasuki musim kemarau sehingga terjadi kekeringan.
Badan Meteorologi memperkirakan kebakaran lahan terutama mengancam bagian selatan dan tengah Kalimantan Tengah, meliputi Kabupaten Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya. “Kondisi lahan di daerah selatan dan tengah saat ini sangat kering dan sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan,” ujarnya. Dia menambahkan, “Untuk itu, kami meminta semua pihak untuk waspada terhadap kemarau tahun ini “.
Badan Meteorologi berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran sebab api yang ditimbulkan akan cepat menyebar dan menimbulkan kebakaran lahan yang besar sehingga sulit dipadamkan.
KARANA WW





