Partai Golkar. Dok. TEMPO/Santirta M.
Infografis
Golkar Gelar Ruwatan di Petilasan Gajah Mada
TEMPO.CO, Surabaya - DPP Partai Golkar, Jumat, 8 Juli 2011 pukul 19.00 malam nanti, menggelar acara ruwatan bangsa dengan mengadakan pentas wayang kulit dengan lakon "Rama Tambak Mengatasi Krisis Moral Bangsa". Gelaran Wayang kulit yang akan dimainkan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono ini dilaksanakan di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Ridwan Hisjam, ketua panitia acara, menuturkan Pendopo Agung Trowulan sengaja dipilih menjadi tempat ruwatan karena di tempat ini beberapa abad lalu Mahapatih Gajah Mada, patih termasyhur Kerajaan Majapahit, membacakan sumpah legendaris untuk mempersatukan bangsa. Sumpah itu dikenal dengan sebutan "Sumpah Amukti Palapa".
"Ini bukan soal mistis, tapi tentang budaya yang harus dilestarikan," kata Ridwan, mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur.
Menurut dia, pergelaran wayang kulit ini diharapkan akan mampu memacu dan memantapkan partai yang dulu menjadi penyokong utama rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. Golkar masih ingin turut mempersatukan dan memperbaiki bangsa.
Sebagai bentuk keseriusan membangun bangsa, beberapa panitia yang mengikuti ritual wayangan ini juga diwajibkan berpuasa sebelum acara dimulai. Sang dalang, Ki Manteb Sudarsono, juga berpuasa mutih selama 3 hari sebelum memainkan wayang kulit.
Menurut Ridwan, acara semacam ini sejatinya merupakan tradisi tahunan DPP Golkar sejak zaman Orde Baru. Tapi, ketika Golkar dipimpin Jusuf Kalla, tradisi wayangan ditiadakan dengan alasan tidak jelas.
Selain wayangan, acara ruwatan juga akan diisi orasi budaya Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pembina Golkar Akbar Tanjung.
FATKHURROHMAN TAUFIQ





