Beras. TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Harga Bahan Makanan di Malang Mulai Naik
TEMPO.CO, Malang - Harga bahan makanan di Kota Malang mulai merangkak naik dalam seminggu terakhir ini. Penyebab kenaikan karena tingginya permintaan. "Hukum pasar berlaku menjelang bulan Ramadan," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Soeherman, Jumat, 8 Juli 2011.
Pantauan Tempo di Pasar Klojen, Kota Malang, menyebutkan jumlah kenaikan harga sembako berkisar antara Rp 100 hingga Rp 2000. Untuk beras, misalnya, harga beras merk Mentari naik dari Rp 6.900 menjadi Rp 7.200 per kg. Beras merk Bintang dari Rp 7.700 menjadi Rp 8.000 per kilogram, beras jenis Lombok dari Rp 7.900 menjadi Rp 8.250 per kilogram, dan beras jenis Piala dari Rp 7.900 menjadi Rp 8.300 per kilogram.
Harga telur mengalami kenaikan dari semula Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Harga gula pasir dari Rp 9.600 per kilogram saat ini naik menjadi Rp 9.800. Demikian juga dengan harga daging sapi yang naik dari Rp 57.800 menjadi Rp 58.200 per kilogram.
Meski ada kenaikan, Disperindag belum berencana melakukan operasi pasar karena kenaikan sembako dinilai masih di ambang batas kewajaran. “Operasi pasar baru bisa dilakukan jika kenaikan barang sudah mencapai 1500 rupiah dari harga semula,” tutur Soeherman.
Kepala Bulog Sub Divre Malang, Awaludin Iqbal, menyatakan siap melakukan operasi pasar. Syaratnya, jika gejolak harga sejumlah komoditas dalam tiga minggu terus-menerus mengalami kenaikan harga hingga 25 persen dari harga sebelumnya.
Bulog Malang mensuplai sebanyak 4.965 ton per bulan. Beras tersebut diperuntukkan 333.989 keluarga miskin (gakin) di wilayah kerja Bulog Malang (Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan).
Pengadaan beras di Bulog sejak periode Januari–Juni sudah sebanyak 13 ribu ton. Beras tersebut dipasok dari Malang dan luar wilayah Malang. "Pasokan beras aman," katanya.
BIBIN BINTARIADI





