foto

remacle.org

Pencarian KM Sinar Pagi Terhalang Gelombang Tinggi  

TEMPO.CO, Jayapura - Pencarian Kapal Motor (KM) Sinar Pagi yang hilang di perairan Sindey-Manokwari-Papua terhalang gelombang laut tinggi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Wachyono mengatakan fokus pencarian Tim SAR gabungan hari ini di perairan Sindey. Daerah tersebut ditempuh selama lima jam melalui jalan darat. “Jika dengan speed (boat) bisa lebih lama lagi,” ujarnya, Sabtu, 9 Juli 2011, di Jayapura.

Saat ini tim SAR membutuhkan helikopter dan lebih dari 6 perahu karet untuk mencari 10 orang penumpang kapal motor itu. “Tim SAR hanya menggunakan 4 perahu karet dan 4 kapal nelayan milik masyarakat. Fasilitas untuk pencarian masih minim. Ini kendala di lapangan,” kata Wachyono.

Tim gabungan terdiri atas 36 personel Polres Manokwari, Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Angkatan Laut 13 personel, TNI Angkatan Darat 10 orang, tim regu penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manokwari sebanyak 16 personel, dan puluhan warga setempat yang ikut membantu mencari korban korban.

KM Sinar Pagi dinyatakan hilang oleh kepolisian setempat pada Kamis 7 Juli lalu, atas laporan dari seorang penumpang yang selamat bernama Vicky Kendi, 14 tahun. “Vicky belum bisa dimintai keterangan lebih lengkap karena masih dirawat di RSUD Manokwari. Dia masih trauma,”  ujar Wachyono.

KM Sinar Pagi membawa 11 orang penumpang. Enam orang di antaranya adalah anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang sedang bertugas di Manokwari. “Ada enam anggota BIN. Dua di antaranya sedang magang,” ujar Wachyono. Keenam anggota BIN itu adalah Prim Sulikron, Andri Winarta, Gion Sembiring, Bayu Kumilang, Hana Siwaan, Solgun.  

CUNDING LEVI