foto

Presiden SBY berada diantara Marzuki Alie (kanan) dan Anas Urbaningrum (kiri) dalam Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI di Jakarta (27/11). ANTARA/Widodo S. Jusuf

Buyung: SMS Marzuki Bukti Tak Ada Kepemimpinan di Partai Demokrat

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum Adnan Buyung Nasution, mengatakan pesan pendek yang dikirim Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), contoh tidak adanya kepemimpinan di Partai Demokrat. "Ini kelemahan leadership Partai Demokrat," kata Buyung di Jakarta, Ahad, 10 Juli 2011.

Menurut Buyung, partai seharusnya bersatu membela kebijakan presidennya. Tetapi Partai Demokrat dinilai tidak mampu menghadapi gangguan internal, sehingga sikap kader saling terpecah. Dia merujuk pada kasus korupsi bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Adnan menilai Partai Demokrat tidak bersatu menghadapi kasus yang membelit Nazaruddin. "Sekarang ini mereka lain di mulut lain di perbuatan," kata Buyung.

Sebelum kasus ini menjadi mencuat, semua kader mengatakan akan memanggil Nazaruddin pulang. Tetapi sekarang sikap partai justru berbalik dan mengadukan Nazaruddin ke polisi.

Adnan juga mengingatkan Partai Demokrat seharusnya tidak memperlakukan Nazaruddin sebagai kelinci yang harus dibunuh. Sebagai bendahara umum, sudah menjadi tugas Nazaruddin mencari uang untuk partai. Buyung yakin ada kesepakatan, aturan main, dan perintah kepada Nazaruddin terkait tugas mencaru uang untuk partai. "Dia sudah mencari dan menyerahkan uang ke beberapa orang partai," kata Buyung.

Dia menilia, tidak adil jika Partai Demokrat lantas ingin menghilangkan Nazaruddin begitu saja. "Partai Demokrat tidak seharusnya lepas dari tanggung jawab, padahal sebagian besar uang Nazaruddin mengalir ke partai, termasuk ke petinggi partai," papar Buyung.

KARTIKA CANDRA