foto

TEMPO/Aditia Noviansyah

Harga Beras Melonjak Tajam  

TEMPO.CO, Ternate - Menjelang bulan Ramadan, harga beras di Maluku Utara dalam dua pekan terakhir melonjak tajam. Kenaikan mencapai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.

Menurut Samad Ibrahim, 58 tahun, pedagang beras di Pasar Gamalama, kenaikan harga beras di Ternate umumnya disebabkan pasokan beras ke pedagang yang tidak lancar. Hal tersebut semakin diperparah dengan tidak panennya petani padi di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. “Bahkan pasokan beras dari Manado, Sulawesi Utara, juga sudah mulai jarang masuk. Makanya tidak heran kalau harga beras naik gila-gilaan,” kata Samad kepada Tempo, Senin, 11 Juli 2011.

Samad mengemukakan bahwa beras di Kota Ternate dan daerah lain di Maluku Utara umumnya merupakan beras pasokan dari Manado, Sulawesi Utara, dan Jawa. Jika dua daerah ini mengalami keterlambatan pemasokan, dipastikan harga beras akan naik. “Tahun 2010 lalu, harga beras saja bisa tembus sampai Rp 10.000 per kilogramnya dan sekarang saja sudah Rp 9.500 per kilogramnya. Jadi, saya prediksi, mendekati puasa, beras bisa tembus sampai Rp 10.000 per kilogram,” ujar Samad.

Samad berharap pemerintah daerah menggelar operasi pasar untuk menormalkan harga beras dan memperbanyak pasokan beras untuk pedagang. “Langkah ini harus segera dilakukan, apalagi sudah mendekati puasa,” ujarnya.

Kepala Bulog Sub Divre Ternate Faisal Assagaf di Ternate mengatakan naiknya harga beras di Maluku Utara dan daerah lainnya diakibatkan terbatasnya stok beras, menyusul terjadinya gangguan cuaca. “Namun, untuk ternate, stok beras dinilai masih cukup,” kata Faisal.

Sementara itu, harga beras di sejumlah pasar di Ternate yang mengalami kenaikan, di antaranya beras Dolog yang sebelumnya Rp 5.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp 8.500 per kilogram, beras Rajawali yang semula Rp 7.500 per kilogram, naik menjadi Rp 9.500 per kilogram. Beras Koko Pandan dari harga Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 9.500 per kilogram, beras Cenderawasih yang semula Rp 8.000 per kilo gram, kini naik menjadi Rp 9.500 per kilo gram, beras Putri Thailand naik dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram.

BUDHY NURGIANTO