TEMPO/Tony Hartawan
Berita Terkait
Topik
Orang Tua Kritik Sekolah, Dua Siswa Dipecat
TEMPO.CO, Malang - Dua saudara kembar siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 4 Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dikeluarkan dari sekolah, Senin 11 Juli 2011. Kedua siswa itu, Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso, anak pasangan Tofan dan Lilis Seyowati dikeluarkan karena orang tuanya dianggap terlalu kritis terhadap kebijakan sekolah.
"(Gara-gara) saya melaporkan pelanggaran penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah," kata Lilis warga Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir.
Persoalan itu bermula ketika Lilis melaporkan berbagai penyelewengan sekolah ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Malang. Dia melaporkan penyimpangan Bantuan Operasional Sekolah dan adanya berbagai pungutan seperti uang pendaftaran Rp 300 ribu, formulir Rp 10.000, pelajaran tambahan Rp 20 ribu per bulan dan berbagai pungutan lainnya. Selain itu, Lilis juga mengeluhkan sikap sejumlah guru yang tak disiplin dan kerap datang terlambat sekolah.
Sebenarnya, persoalan tersebut tak dilaporkan Lilis sendiri. Sebanyak 39 wali murid lainnya memberikan persetujuan dan tanda tangan.
Setelah laporan tersebut Lilis diteror agar mencabut laporannya. Bahkan Kepala SDN 4 Sitirejo, Imam Sodiqin melaporkan Lilis ke Kepolisian sektor Wagir atas sangkaan memprovokasi orang tua siswa dan perbuatan tak menyenangkan.
Lilis bermaksud melaporkan pemecatan kedua anaknya tersebut ke Bupati Malang Rendra Kresna. Sayang Rendra tengah melakukan lawatan ke Jakarta, sehingga tak bisa menemui dan menerima pengaduan Lilis.
Kepala SDN 4 Sitirejo, Imam Sodiqin membantah memecat Yogi dan Yoga. Namun, keduanya diminta pindah ke sekolah lain. Sebab orang tuanya menilai guru tak disiplin, sekolah tak bermutu dan sekolah kotor. Atas kesepakatan bersama antara dewan guru dan komite sekolah, katanya, Yoga dan Yogi harus dimutasi. "Ini kemauan seluruh wali murid," Rendra berkilah.
Bupati Malang, Rendra Kresna dihubungi wartawan mengaku telah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Pendidikan menindaklanjuti persoalan tersebut. Menyelidiki laporan Lilis, apakah terjadi penyelewengan dana BOS dan memecat siswa. "Tak ada kaitan antara siswa kritis dan mengeluarkan siswa dari sekolah," ujarnya.
EKO WIDIANTO





