foto

Suasana Terminal B Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu (25/10). Dephub akan mengusulkan puluhan maskapai penerbangan nasional dicabut dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa. TEMPO/Budi Yanto

Brimbo Sisir Calo di Bandara Soekarno-Hatta

TEMPO.CO, Tangerang - Pengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, mengerahkan 60 personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya untuk merazia para pelaku usaha ilegal pada Kamis, 14 Juli 2011. Mereka dibantu oleh 20 anggota Kepolisian resor Khusus Bandara Soekarno-Hatta dan 20 petugas keamanan bandara.

Dalam operasi bersih itu, puluhan personel Brimob tampak membawa senjata laras panjang dan aparat lainnya berjalan beriringan. Mereka menyisir dari terminal penumpang 1A sampai 1 D. Sejauh ini belum diketahui pasti berapa calo, sopir taksi gelap, pedagang asongan yang diusir dari Bandara Soekarno-Hatta.

"Sejujurnya, operasi ini bocor. Mereka (calo, taksi gelap, pedagang asongan) sekarang tidak terlihat, tapi nanti mereka datang," kata Wakil Kepala Cabang PT Angkasa Pura II, Mulya Abdi, saat ditemui di terminal 1.

Mulya mengatakan selama tiga hari Brimob dibantu anggota Polres Bandara dan petugas keamanan bandara akan membersihkan para pencari nafkah ilegal itu. "Besok kami melebar sampai parkiran. Setelah itu kami tempatkan Brimob di titik-titik terminal dan pintu masuk untuk menyortir mobil (taksi gelap) masuk. Hari keempat kalau tetap saja ada yang beroperasi akan ditangkap," kata Mulya.

Kapolres Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Reinhard Silitonga, mengatakan pihaknya mendukung upaya kegiatan pembersihan "penyakit masyarakat" itu. "Agar lebih tertib," ujar Reinhard secara terpisah.

Seorang anggota Brimob yang enggan disebutkan namanya mengatakan tugasnya selama di bandara bukan menangkap calo dan lainnya, tetapi hanya mengamankan bilamana terjadi gesekan antara petugas keamanan dan para pelaku usaha ilegal.

Seorang penumpang bernama Roni yang juga pegawai Pemda Gorontalo melihat gaya razia tersebut lucu. "Ya, bagaimana mau ditangkapi, lha caranya kerumunan seperti semut," kata Roni.

AYU CIPTA