foto

TEMPO/Budi Purwanto

Universitas Negeri Semarang Bantah Punya Rekening Liar  

TEMPO.CO, Semarang - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sudijono Sastroatmodjo membantah kalau universitasnya memiliki rekening liar seperti dilansir Badan Pemeriksa Keuangan. "Memang ada tiga rekening dan isinya sebagaimana dilansir BPK, tapi bukan rekening liar itu," kata Sudijono kepada Tempo, Kamis, 14 Juli 2011.

Dia menolak jika rekening itu dikatakan liar karena sumber, jumlah, dan peruntukannya jelas. Rekening itu masih dalam proses pengajuan izin kepada Kementerian Keuangan. "Proses izin sudah diajukan, namun belum ada jawaban dari Kementerian Keuangan," kata Sudijono.

Dia juga mengatakan telah menggunakan jasa audit eksternal untuk mengaudit keuangan Unnes dengan hasil penilaian Wajar Tanpa Pengecualian. Tiga rekening itu tersebar di Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank Jateng. Total uang yang tersimpan di tiga rekening itu sebesar Rp 18,38 miliar. "Dana itu adalah uang beasiswa Bidik Misi dan block grand sejak tahun 2010," kata Sudijono.

Juru Bicara Unnes, Sucipto Hadi Purnomo, menambahkan, Unnes siap mempertanggungjawabkan keberadaan dana di tiga rekening itu secara terbuka. "Kalau sumber, jumlah, dan peruntukannya jelas, apa yang harus ditakutkan," kata Sucipto.

BPK menemukan 43 rekening liar di Kementerian Pendidikan Nasional senilai Rp 26,44 miliar per 31 Desember 2010. Rekening itu tidak memiliki izin dari Kementerian Keuangan. Rekening berada di beberapa perguruan tinggi negeri, di antaranya Universitas Lampung, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Negeri Hasanuddin, Dinas Pendidikan Provinsi Sul-Sel, Universitas Negeri Semarang, dan Politeknik Negeri Semarang.

Rekening di Universitas Negeri Semarang jumlahnya paling banyak, yaitu mencapai Rp 18,38 miliar.

SOHIRIN