Bank Muamalat. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Harga Saham Bank Muamalat Diduga Kemahalan
TEMPO.CO, Jakarta -Harga saham yang terlalu tinggi diduga sebagai penyebab mundurnya beberapa peminat Bank Muamalat. Salah satu pemegang saham terbesar Muamalat, Bank Pembangunan Islam (IDB) dikabarkan menawarkan saham hingga tiga kali lipat harga awal.
Pengamat perbankan syariah Irfan Syauqi Beik saat dihubungi Tempo, Kamis 14 Juli 2011 menuturkan kuncinya adalah IDB harus rela menurunkan harga saham yang ditawarkan.
"IDB jangan terlalu banyak ambil untung. Memang barang bagus mahal, tapi over value kalau sampai tiga kali lipat," katanya. Idealnya, harga penawaran saham IDB mencapai 1,5-2 kali lipat saja.
Dalam catatan Tempo, ada sembilan investor yang tercatat berminat pada Bank Muamalat, yakni Standard Chartered Bank, Bank Mandiri, Saratoga Capital, Para Group, ING Baring Bank, Overseas Chinese Banking Corp Singapore, Qatar Islamic Bank, Bank BRI, dan Bank Permata.
Bank Pertama yang pertama kali menyatakan mundur. Menurut Wakil Presiden Bank Permata Herwidayatmo, Banknya belum mampu menanggung risiko atas akuisisi bank syariah pertama di Indonesia ini.
Kemudian Bank BRI juga menyusul mundur. Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar pernah mengatakan bahwa BRI mengurungkan niatnya karena akan berfokus ke ekspansi kredit.
Terakhir, Ketua Para Group Chaerul Tanjung juga menyatakan mundur. Padahal, Para sudah masuk pada tahap due diligence. Pengusaha yang akrab disapa CT itu mengatakan risiko atas pembelian Muamalat terlalu besar.
FEBRIANA FIRDAUS





