foto

ANTARA/Abdullah

Pimpinan Pondok Umar bin Khattab Diringkus Polisi  

TEMPO.CO, Jakarta - Perburuan terhadap pimpinan Pondok Pesantren Umar bin Khattab, Ustadz Abrori, berakhir sudah. Siang ini, personel Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil mendeteksi keberadaannya di rumah orang tuanya. "Dan sudah kami menangkapnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Ketut Yoga Ana kepada Tempo, Jumat, 15 Juli 2011.

Abrori diciduk di rumah orang tuanya di Desa Khananga, Kecamatan Bolo, sekitar pukul 12.30 WITA. "Abrori adalah orang yang diduga terlibat kasus bom di Ponpes UBK dan penusukan anggota Polsek Bolo. Saat ini, tersangka sudah diberangkatkan dari Bima ke Polda Mataram untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Yoga.

Keberadaan Ponpes UBK mulai menyita perhatian ketika seluruh penghuni pondok tersebut menolak rencana penggeledahan petugas. Mereka bahkan berencana melawan petugas sambil mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Namun, sikap mereka melunak sejak dua hari lalu.

Polisi yang berhasil meringsek masuk ke dalam area pondok menemukan sejumlah bom molotov dan senjata tajam. Polisi juga menemukan rompi bertuliskan "Jamaah Anshorut Tauhid" dan rangkaian kabel yang diduga akan digunakan untuk membuat bom.

Proses penyelidikan saat ini masih dilakukan secara intensif terhadap tujuh warga. Meski demikian, tidak semua dari mereka akan ditetapkan sebagai tersangka. "Akan kami tentukan dalam waktu sepekan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di tempat terpisah.

RIKY FERDIANTO