Berita Terkait
Topik
Gubernur Bantah Abaikan Kepulauan Seribu
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membantah tuduhan yang mengatakan kalau pemerintahan yang dipimpinnya tak serius membangun Kabupaten Kepulauan Seribu. Sebuah riset yang dilakukan kelompok Rujak Center for Urban Studies menyimpulkan bagi hasil minyak bumi yang dinikmati Jakarta dari eksploitasi di wilayah kepulauan itu tak berbalas percepatan pembangunan disana.
"Itu LSM baru melancong ke kepulauan seribu saja sudah berani berbicara," kata Gubernur Fauzi Bowo seusai membuka Pekan Olah Raga Provinsi DKI Jakarta di Gelora Olah Raga Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 15 Juli 2011, malam.
Fauzi Bowo melanjutkan ucapannya, "Sebaiknya LSM itu bermukim dulu di Kepulauan Seribu baru berbicara,".
Tapi saat ditanya bahwa kebutuhan mendasar akan listrik di Kepulauan Seribu yang rata-rata hanya menyala selama 10 jam, Fauzi menjawab itu hanya permulaan. "Tunggu saja listrik di Kepulauan Seribu nantinya akan menyala 24 jam,” katanya sebelum masuk ke dalam mobil dinasnya.
RCUS menyampaikan hasil risetnya itu pada Kamis 14 Juli 2011 kemarin. Lembaga ini mencatat Kepulauan Seribu pada 2010 menghasilkan hingga 2,87 juta barel minyak mentah dengan nilai bagi hasil yang setara Rp 115,9 miliar untuk Provinsi Jakarta pada tahun lalu.
Namun dengan sumbangsih itu, warga Kepulauan Seribu masih hidup dalam keterbatasan pelayanan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan ketersediaan listrik.
INDRA WIJAYA





