foto

Kabinet Indonesia Bersatu II. TEMPO/Arie Basuki

Demokrat Desak SBY Ganti Menteri Berkinerja Buruk

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat menilai para menteri yang tidak memiliki kinerja baik memang layak untuk diganti. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah bekali-kali memberikan kesempatan kepada para menteri tersebut untuk memperbaiki kinerjanya. Namun, mereka tak juga memberikan kinerja yang baik.



"Tidak ada salahnya (para menteri itu) diganti. Daripada membebani Presiden," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa ketika ditemui wartawan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Sabtu 16 Juli 2011.



Dari hasil evaluasi Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) selama dua tahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II, program pemerintah yang dilaksanakan di sejumlah kementerian rupanya tidak mencapai 50 persennya.



Karena itu, meski dia mengakui bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden SBY, Saan menyarankan agar Presiden tak ragu mengganti menteri yang tak berkinerja baik. "Memang harus ada evaluasi," ujarnya.

Namun, Saan mengaku tak tahu siapa saja para menteri yang dianggap berkinerja buruk. "Itu UKP4 yang lebih tahu." Ia juga tidak tahu kapan reshuffle akan dilakukan.

Soal apakah akan terjadi pergeseran komposisi menteri dari partai-partai koalisi, Saan menyerahkannya kepada Presiden sebagai pimpinan koalisi. "Nanti tergantung dari Presiden," ucapnya. Tapi ia meminta partai anggota koalisi agar tidak berpikiran sempit jika nanti jatahnya di kabinet dikurangi atau bertambah. "Ada rekan perjuangan yang bergabung sejak susah. Ada yang sudah jadi baru bergabung," tuturnya.

FEBRIYAN