REUTERS/Mariana Bazo
Kementerian Kehutanan Terjunkan Dai ke Hutan
TEMPO.CO, Yogyakarta - Kerusakan hutan di Indonesia yang kian parah membuat Kementerian Kehutanan mengajak para dai untuk ikut mengatasi. Sedikitnya 5.000 pendakwah akan diterjunkan ke wilayah hutan. Mereka diminta memberi penyuluhan kepada masyarakat soal kerusakan hutan akibat perambahan dan pembakaran.
“Hutan kita tidak terbakar, tapi dibakar. Masih ada budaya membakar lahan setelah panen dan mau menanam lalu menjalar ke kawasan hutan,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat Rapat Kerja Nasional Majelis Tabligh Pengurus Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad, 17 Juli 2011.
Para mubalig diminta melakukan sosialisasi tentang pemeliharaan hutan dari kebakaran, pembibitan pohon, penanaman pohon, hingga perawatan hutan. Budaya membakar itu, kata dia, perlu diubah. Melalui para dai itu diharapkan kebakaran hutan di beberapa wilayah bisa terkurangi. Zulkifli Hasan tak menyebut soal kebakaran hutan yang juga kerap disebabkan oleh para pemegang HPH dan perusahaan-perusahaan besar pengelola hutan.
Para mubalig yang ikut dalam rapat kerja sebanyak 115 pimpinan wilayah Muhammadiyah dari 20 provinsi di Indonesia. Untuk memelihara kawasan hutan di Indonesia dibutuhkan sosialisasi terus-menerus. Saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan penebangan pohon, harus diikuti dengan menanam dan memelihara. "Butuh kerja keras agar hutan pulih kembali," kata Zulkifli.
Perekrutan dai penyuluh dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah organisasi keagamaan. Mereka diberi pelatihan khusus terkait pelestarian hutan. Mereka juga diberi biaya transportasi Rp 2 juta per bulan. Program ini akan dilakukan 4 bulan selama tahun 2011 dan setahun penuh pada 2012.
Menurut Ketua Majelis Tabligh Pengurus Pusat Muhammadiyah, Agus Sukoco, pihaknya sudah memiliki 95 dai yang siap mengikuti program ini. Mereka sudah diterjunkan ke beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Maluku, Kalimantan, dan Jawa.
MUH SYAIFULLAH





