foto

Ribuan karyawan PT KMK Global Sport keracunan makanan, di Tangerang, Banten (18/7). ANTARA/Lucky.R

Buruh Sepatu Nike Keracunan Katering

TEMPO.CO, Tangerang - Buruh PT. KMK Global Sport yang memproduksi sepatu merk Nike mengalami keracunan massal, Senin 18 Juli 2011. Hampir seluruh buruhnya yang berjumlah 14 ribu orang itu sakit perut dan muntah-muntah setelah menyantap makan siang katering di pabrik yang ada di jalan Cikupa Mas Raya, Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, itu.

Para buruh sejak siang hingga malam ini dilarikan ke klinik dan sejumlah rumah sakit. Puluhan buruh dirawat di RS Usada Insani di Jalan Hasyim Ashari Kota Tangerang.

Siti Jawiyah, 27 tahun, menceritakan peristiwa keracunan itu bermula saat istirahat makan siang sekitar Pukul 12.00 WIB. "Kami makan nasi kotak dengan menu nasi, ikan tongkol dan sayur asem. Tapi setelah dua jam saya pusing, mual, dan badan panas," katanya di Ruang Merak RS Usada Insani.

Siti yang bekerja di bagian menjahit sepatu itu mengaku sempat dibawa ke klinik pabrik. Namun karena banyak korban yang berdatangan, para buruh diangkut secara bergelombang ke sejumlah rumah sakit.

Kepala Bidang Humas dan Pemasaran RS Usada Insani, Ade Budi Setiawan, mengatakan, saat ini terdata lebih dari 30 pasien keracunan dari PT KMK yang dirawat di RS Usada Insani. Berdasarkah hasil pemeriksaan awal, mereka diindikasikan keracunan makanan dan dehidrasi berat.

“Pasien diduga keracunan makanan katering. Kami sudah lakukan penanganan medis dengan memberikan infus dan obat anti racun. Pasien sembuh satu atau dua hari lagi,” kata Ade.

Informasi yang diterima Tempo dari Kepolisian Resor Tangerang di Tigaraksa, para buruh juga dirawat di RS Mulya dan RS Al-Q''dar. Sampai Pukul 20.00 WIB, tercatat 532 buruh mengalami keracunan. Dari jumlah itu sebanyak 322 sudah diperkenankan pulang.

Kepala Polres Metro Kabupaten Tangerang, Komisaris besar Wahyu Widada, mengatakan sudah mengirim sampel sisa makanan dan bekas muntahan korban untuk diperiksa di laboratorium. Pihaknya juga masih meminta keterangan pihak perusahaan dan katering.

AYU CIPTA