foto

TEMPO/Nita Dian

Kereta Api Lebaran dari Bandung Belum Terisi Penuh  

TEMPO.CO, Bandung - Manager Humas PT Kereta Api Indonesia, Daerah Operasi II Bandung, Bambang S. Prayitno, kendati sudah dibuka pemesanan H-40, kursi kereta pemberangkatan untuk Lebaran nanti dari Stasiun Bandung masih lowong. "Belum begitu signifikan," katanya saat ditemui di kantornya, Senin, 18 Juli 2011.

Menurutnya, baru sejumlah kereta yang pemesanannya sudah dibuka menembus 100 persen, yakni untuk pemberangkatan kereta H-4, tanggal 26 Agustus 2011, yakni KA Turangga, KA Harina, serta KA Lodaya Malam. Sementara untuk pemberangkatan H-3, tanggal 27 Agustus untuk KA Mutiara Selatan, serta KA Lodaya Pagi.

Sementara untuk pemberangkatan pada 25 Agustus belum ada yang tembus 100 persen okupansinya. Bambang mengatakan, kendati sudah tembus 100 persen okupansinya, transformasi atau rangkaian kereta yang digunakan rata-rata masih rangkaian standar. "Belum semuanya memakai gerbong tambahan," kata Bambang.

Baru sebagian kereta, untuk jadwal pemberangkatan tertentu sudah ditambah rangkaiannya, tapi belum rangkaian kereta maksimal yang disiapkan untuk Lebaran. Penambahan itu untuk pemberangkatan kereta mulai 25 Agustus, yakni KA Argo Wilis dan KA Malabar baru mendapat tambahan satu gerbang untuk kelas eksekutifnya. Adapun Lodaya Pagi dan Lodaya Malam masing-masing mendapat tambahan satu kereta bisnis.

Bambang mengatakan, sejumlah kereta yang biasanya jadi favorit di antaranya, KA Argo Wilis menuju Surabaya, pemesanan tiketnya belum signifikan. Terbesar, mencapai 85 persen, untuk pemberangkatan KA Argo Wilis pada H-3 atau pada 27 Agustus nanti.

Menurut Bambang, kendati pemesanan kereta sudah penuh mulai H-5 pada 25 Agustus nanti, pihaknya masih menyiapkan kursi yang khusus untuk dijual di hari pemberangkatan kereta itu dengan mengoperasikan kereta tambahan. Penambahan gerbong itu bergantung jumlah lok yang disiapkan untuk menarik kereta. "Pembelian langsung tetap disiapkan, tapi pemesanan yang diutamakan," katanya.

Menurutnya, kebijakan membuka pemesanan untuk 40 hari sebelum keberangkatan kereta, dari biasanya hanya 30 hari sebelumnya, untuk memperbaiki sistem pelayanan. Dengan cara itu, paparnya, diharapkan dapat mencegah antrean panjang di loket kereta, antrean itu yang bakal mengundang beroperasinya calo. PT Kereta Api, khusus Lebaran ini, menyiapkan sanksi keras hingga pemecatan bagi pegawai kereta yang ketahuan ikut menjual tiket sebagai calo.

Menurutnya, pihaknya belum bisa memprediksi lonjakan penumpang menjelang Lebaran nanti. Masalahnya, katanya, itu bergantung hari libur Lebaran yang ditetapkan perusahaan dan instansi pemerintahan nanti. "Prediksi kita, pemesanan kereta ini akan terus bergerak," kata Bambang. "Tapi sekarang masih aman untuk pemesanan."

Bambang menyarankan, jika tiket kereta H-5 hingga jelang Lebaran sudah penuh, calon penumpang bisa memesan tiket kereta sebelumnya. Tiket kereta sebelum H-5 Lebaran masih diberlakukan pemesanan normal, yakni 30 hari sebelum jadwal pemberangkatannya. Dari data yang disodorkan PT KAI Daerah Operasi II, untuk pemberangkatan tanggal 19-24 Agustus 2011 yang sudah dibuka, pemesannya masih di bawah 21 persen okupansinya.

Suasana loket kereta masih seperti biasa. Belum terlihat antrean mencolok untuk pemesanan tiket kereta jelang Lebaran. "Belum ada antrean mencolok," kata Bambang.

AHMAD FIKRI