foto

Ratusan calon penumpang antre untuk membeli tiket mudik Lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta, (17/7). ANTARA/Teguh Pamungkas

Nielsen Perkirakan Belanja Ramadan Tahun Ini Meningkat

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan riset di Indonesia, The Nielsen Company, memprediksi konsumsi belanja masyarakat pada tahun ini meningkat lebih dari 10 persen. "Peningkatan belanja masyarakat dibandingkan tahun lalu naik hingga double digit," ujar Venu Madhav, Executive Director of Client Leadership Nielsen, dalam pertemuan pers, Selasa, 19 Juli 2011.

Dia mengatakan bahwa kenaikan tersebut dilihat dari tumbuhnya perekonomian Indonesia dengan baik. Pertumbuhan tersebut akhirnya mendorong masyarakat untuk berbelanja. Apalagi saat Ramadan, masyarakat biasanya selalu terdorong untuk berbelanja lebih banyak.

Peningkatan, kata Venu, juga didorong oleh daya beli masyarakat yang meningkat pada tahun ini. Produk domestik bruto (GDP) pada 2011 mencapai US$ 3.000 per kapita. Menurutnya, konsumsi belanja masyarakat pada saat Ramadan selalu mengalami peningkatan. Pada Ramadan 2010, nilai jual barang konsumsi naik 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada 2009, yakni tumbuh 7,7 persen dibandingkan 2008.

Vidi Nur Ma''rufin, Director Retail Measurement Services, mengatakan bahwa kenaikan belanja masyarakat pada Ramadan tahun ini diprediksi disebabkan oleh adanya kenaikan komponen harga. "Sekarang, masyarakat lebih berani berbelanja lebih banyak," katanya.

Meski belanja pada Ramadan mengalami peningkatan, ujar Vidi, penurunan konsumsi akan terasa setelah masa Ramadan usai. "Untuk beberapa produk Lebaran, biasanya langsung mengalami penurunan," ujar Vidi.

SUTJI DECILYA