Sejumlah kendaraan bermotor parkir di jalan Gajah Mada, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
Besok, Nekat Parkir di Jalan Gajah Mada Akan Ditilang
TEMPO.CO, Jakarta - Ini peringatan bagi Anda yang sering ke daerah Gajah Mada atau Hayam Wuruk. Jika selama ini Pemerintah DKI masih memberi toleransi bagi mereka yang suka parkir di Jalan Gajah Mada/Hayam Wuruk, besok tidak lagi. Jika besok masih ada yang nekat parkir, petugas tak segan-segan bakal menilangnya. "Sosialisasi selama sebulan berakhir hari ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono ketika dihubungi, Rabu, 20 Juli 2011.
Selama ini, kata dia, Dinas Perhubungan telah melakukan sosialisasi melalui media dan petugas. “Kami telah mengimbau, menggembok, dan menderek kendaraan yang nekat parkir di jalan selama sebulan,” kata dia.
Pristono mengimbau agar para juru parkir dan pemilik toko tak berunjuk rasa. Tadi pagi, unjuk rasa dari juru parkir dan pemilik toko sempat membuat jalanan tersendat dari Olimo ke Harmoni. “Yang demo itu mungkin teman-temannya juru parkir. Yang terdaftar di DKI hanya 165 dan itu sudah dipindahkan,” kata Pristono.
Menurut Pristono, para pemilik toko di sepanjang kawasan ekonomi itu tidak akan kehilangan pelanggan. “Sudah ada enam gedung parkir pengganti dan kawasan ini juga akan menjadi lebih tertata,” kata dia.
Pristono menjelaskan bahwa kebijakan parkir off street dapat memperlancar arus lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Dinas Perhubungan juga telah menyiapkan enam gedung parkir pengganti. Menurut Pristono, pihaknya kini telah memindahkan 165 juru parkir yang terdaftar pada UPT Perparkiran. “Kami juga akan memperlebar trotoar di kawasan ini menjadi trotoar seperti di Medan Merdeka Selatan,” kata dia.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





