Pekerja menyortir kelapa sawit yang akan dikirim ke pabrik CPO di kawasan PTPN VIII di Cigudeg, Bogor. Tempo/ Arie Basuki
Agustus, Bea Keluar Minyak Sawit Hanya 15 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - Bea keluar minyak kelapa sawit (cude palm oil atau CPO) untuk pengapalan Agustus mendatang ditetapkan sebesar 15 persen. "Bea keluar untuk Agustus turun dibandingkan tarif untuk bulan Juli yang mencapai 20 persen," kata Direktur Jenderal Perdagangan Lar Negeri, Deddy Saleh, melalui pesen pendek, Rabu, 20 Juli 2011 malam.
Bea keluar tersebut ditetapkan berdasarkan harga referensi yang ditentukan pemerintah berdasarkan perdagangan CPO di bursa Rotterdam. "Harga referensi CPO untuk Agustus adalah US$ 1.089,37 per ton," ujarnya. Harga referensi yang menjadi rujukan bea keluar untuk bulan depan lebih rendah dibandingkan harga pada bulan lalu yang mencapai US$ 1.168,38 per ton.
Penentuan besaran bea keluar berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 Tahun 2010 tentang penetapan barang ekspor yang dikenai bea keluar. Jika harga referensi US$ 1.050-1.100 per ton, bea keluarnya 15 persen.
Sementara itu, harga patokan ekspor (HPE) untuk CPO ditetapkan sebesar US$ 1.017 per ton. Besaran HPE juga lebih rendah dibandingkan bulan Juni yang hanya US$ 1.096 per ton. HPE akan menjadi acuan untuk pungutan ekspor bagi eksportir. Jadi, pungutan ekspor CPO adalah 15 persen dikalikan HPE dan dikalikan lagi dengan volume pengapalan.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Fadhil Hasan, memperkirakan harga CPO akan rendah dan bertahan di kisaran US$ 1.050-US$ 1.150 per ton. Sebab, saat ini sudah memasuki musim panen.
EKA UTAMI APRILIA





