foto

Tony Fernandes

Tony Fernandes: AirAsia ASEAN Dipusatkan di Indonesia

TEMPO.CO, Tokyo - Tony Fernandes, CEO AirAsia Malaysia dan AirAsia Group, mengatakan Indonesia akan menjadi pusat AirAsia ASEAN pada 2012 mendatang. “Kami sedang menyiapkan segala sesuatunya. Pada 2012, kantor AirAsia ASEAN yang akan berpusat di Jakarta resmi kami buka,” ujarnya. Tony kepada Tempo, Kamis 21 Juli 2011.

Pemimpin tertinggi AirAsia ini hadir di Tokyo dalam rangka meresmikan AirAsia Japan. Para pimpinan lain yang hadir seperti Kapten Dharmadi dari Indonesia, Tassaporn dari Thailand, dan Azran Osman-Rani dari AirAsia X. Acara peresmpian mengambil tempat di Tsuru-noma Room, lantai 5 Hotel New Otani, Tokyo. Di sini berlangsung dimulainya kerja-sama AirAsia dengan All Nippon Airways.

Sebelum membuka jumpa pers dengan sekitar 200 wartawan Jepang dan dari berbagai negara ASEAN, Tony memberi kesempatan kepada Tempo untuk wawancara khusus. Berikut ini petikannya.

Benarkah Anda membeli 200 pesawat baru untuk memperkuat armada AirAsia?
Ya, kami telah memesan 200 pesawat baru A320 NEO tipe single. Kami satu-satunya perusahaan penerbangan yang beroperasi di seluruh negara ASEAN (kecuali Burma, red). Pesawat-pesawat itu akan kami gunakan untuk memperkuat armada kami di ASEAN.

Apakah investasi di atas termasuk untuk AirAsia Indonesia yang perlu 20 pesawat baru lagi untuk penguatan armadanya hingga 2015?
Definitely! Pasar Indonesia luar biasa, tak terkatakan potensialnya. Ada sejumlah pasar domestik yang sangat fantastik, seperti Bandung dan Medan.

Apa alasan Anda memilih Jakarta sebagai kantor pusat AirAsia ASEAN?
Indonesia adalah negara paling besar di kawasan regional. Potensinya sangat besar dan luas dari segi pasar dan ekonomi. Dalam politik regional, peran Indonesia (kini Ketua ASEAN, red) juga amat signifikan. Jadi Anda lihat, alasan-alasannya amat kuat mengapa Jakarta kami pilih sebagai pusat operasi AirAsia ASEAN.

Kapan Anda merencanakan AirAsia ASEAN resmi dimulai?
Tahun depan. Ya, saya rasa sekitar tahun depan kami sudah bisa mulai aktif.

Anda datang ke Jepang untuk membuka AirAsia Jepang—melalui kolaborasi dengan All Nippon Airlines. Bagaimana AirAsia mendekati mereka?
Boleh dikatakan kami yang lebih dulu mendapat pinangan, jadi prosesnya lancar-lancar saja. Jepang memiliki pasar yang sangat bisa dikembangkan, sangat potensial—baik domestik maupun internasional.

Bagaimana mengubah pola pikir warga Jepang yang selama ini terbiasa naik pesawat berjasa layanan penuh?
Target kami bukanlah penumpang-penumpang kelas premium sehingga hemat saya tidak sulit mengembangkan pasar baru di Jepang, baik internasional maupun domestik

HERMIN Y. KLEDEN | IJAR KARIM (Tokyo)



 



Wawancara selengkapnya dengan Tony Fernandez, baca Majalah Tempo edisi 1 Agustus 2011 dan U Magazine edisi September 2011