Pelabuhan peti kemas Taichang, Wuxi, China, (19/7). ANTARA/Hermanus Prihatna
Agar Jalan Tak ''Tersiksa'', Rel Ganda Jakarta-Surabaya Dibangun
TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan jalur rel ganda (double track) Jakarta-Surabaya dinilai sudah mendesak. Proyek itu diharapkan mengurangi beban jalan raya akibat banyaknya truk dan bus berseliweran.
Jalur rel ganda yang ditargetkan beroperasi awal 2014 bisa mengurangi beban itu karena dapat mengangkut barang sebanyak 15 ribu TEU''s atau setara dengan 7.500 peti kemas per minggu.
"Sehingga jalur ganda dapat mengurangi beban jalan yang melintasi jalur Utara Jawa," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan di Kementerian Perhubungan, Kamis, 21 Juli 2011.
Pemerintah, menurut Tundjung, memfokuskan diri pada upaya membentuk tim asistensi lintas kementerian yang terdiri atas Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, PT Kereta Api, Badan Pertanahan Nasional, dan pemerintah daerah setempat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menjadi sebagai penanggung jawab proyek double track ini.
Untuk proyek tersebut, rencana pembebasan lahan jalur ganda Jakarta-Surabaya dapat rampung pada Juli 2012. Sayangnya dari semua lahan yang akan dilewati proyek jalur ganda, tak seluruhnya perlu dibebaskan dan kebanyakan masalah pertanahan ditemui di daerah sekitar perkotaan. Pembangunan juga memerlukan pemindahan utilitas, terutama kawasan pabrik PT Petrokimia Gresik.
Jalur ini nantinya melewati kawasan pabrik sepanjang 15 kilometer. Sehingga pabrik itu pun harus direlokasi dalam jangka waktu setahun hingga Juli 2012. Petrokimia sebetulnya menyanggupi relokasi 5 kilometer per tahun. "Namun kami meminta Menteri BUMN sebagai salah satu pemegang saham perusahaan tersebut untuk mempercepatnya menjadi 15 kilometer hingga Juli 2012," kata Tundjung.
Proyek jalur rel ganda seluruhnya dibiayai dari proyek tahun jamak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rencananya persetujuan tahun jamak tersebut diterbitkan Kementerian Keuangan pada Oktober tahun ini. Pada 2011, dana jalur ganda sebesar Rp 346,96 miliar, pada 2012 sebesar Rp 3,16 triliun, dan pada 2013 sebesar Rp 5,5 triliun. "Jadi total Rp 9,01 triliun," kata Tundjung.
Biaya jalur rel ganda tahun ini antara lain untuk membangun jalur dari Brebes-Tegal sepanjang 5,5 kilometer dan Petarukan-Pekalongan 24,95 kilometer yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Setelah itu, pembangunan dilakukan pada 2012 dan 2013 untuk jalur Cirebon-Tegal sepanjang 75,94 kilometer dengan investasi Rp 1,38 triliun, dan Pekalongan-Semarang 89,04 kilometer dengan investasi Rp 1,78 triliun.
Tundjung menjelaskan, pembangunan jalur rel ganda akan berfungsi maksimal jika proyek double-double track milik DKI Jakarta khususnya jalur dari arah Timur menuju Stasiun Manggarai dapat terselesaikan. "Karena double-double track berfungsi untuk memisahkan kereta jarak jauh dengan kereta komuter," katanya.
SUTJI DECILYA





