foto

TEMPO/Dasril Roszandi

600 Ribu Kiloliter Premium Disiapkan untuk Lebaran

TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang lebaran. Hal ini rutin terjadi pada saat lebaran akibat jumlah pemudik yang terus meningkat dari tahun ke tahun. "Tambahan untuk lebaran sekitar 600 ribu kiloliter premium," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Evita Legowo di Istana Presiden, Kamis, 21 Juli 2011.

Menurut dia, pasokan tambahan premium hanya akan disalurkan pada puncak arus mudik dan arus balik. "Antara H-4 dan H+4," kata Evita.

Soal kelangkaan BBM di sejumlah daerah, Evita membantah. Menurut dia yang terjadi adalah keterlambatan distribusi penyaluran BBM. Tiap daerah, kuota yang diberikan biasanya hanya dipasok tiap 12, 15, dan 20 hari. Pendistribusian itu kerap terjadi delay dan ada daerah yang permintaannya melebihi jatah.

"Jadi, stok BBM secara nasional dalam posisi aman, stok premium berada di level 16,5 hari sedangkan solar 20 hari," kata Evita.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan pemerintah akan menerapkan hemat energi lewat efisiensi penggunaan bahan bakar mulai bulan Agustus mendatang. "Semua instansi pemerintah, BUMN, BUMD, harus hemat," kata Hatta.

Menurut dia, pemerintah akan terus memantau stok BBM. Ia telah meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berkoordinasi dengan gubernur untuk menjaga kuota yang ditetapkan. "Daerah-daerah juga harus melakukan penghematan," kata Hatta. "Pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan, jika tidak disalahgunakan."

EKO ARI WIBOWO