REUTERS/Charles Platiau
Topik
AirAsia Jepang Permudah Koneksi ke Indonesia
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur- Lahirnya AirAsia Jepang sangat membantu mempermudah koneksi penerbangan penumpang AirAsia Jepang ke Indonesia dan sebaliknya. Dharmadi, kapten pilot yang memimpin AirAsia Indonesia sejak 2008, menyatakan hal itu dalam briefing singkatnya kepada Tempo hari ini, Jumat, 22 Juli 2011, LCCT (low cost carrier terminal) Kuala Lumpur.
Kolaborasi All Nippon Airways (ANA) dan AirAsia yang melahirkan AirAsia Jepang membuka koneksi penumpang dari kedua negara ke berbagai penerbangan domestik Jepang dengan bujet rendah. “Sasaran utama kami memang penumpang berbujet rendah,” ujar Tony Fernades di hadapan 200 lebih wartawan dalam jumpa pers besar-besaran sesaat sebelum peresmian AirAsia dilangsungkan di Hotel New Otani Tokyo, pada Kamis, 21 Juli 2011.
“Ibaratnya, biaya taksi di Tokyo ini lebih mahal dari ongkos terbang ke berbagai kota domestik di Jepang,” Tony menambahkan disambung gelak tawa. Menjawab pertanyaan Tempo, Presiden dan CEO ANA, Ito Shinichiro, 61 tahun, mengakui bahwa mahalnya penerbangan domestik Jepang diharapkan dapat diterabas oleh AirAsia Jepang. “Kami membuka kerja-sama ini dengan keyakinan yang positif bahwa bisnis ini akan sukses dan mendatangkan laba,” ujarnya.
Biaya penerbangan domestik Jepang, menurut Dharmadi, memang amat mahal. AirAsia Jepang akan memudahkan jalur koneksi penumpang Indonesia dari lima kota yang ada hub AirAsia (Medan, Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, Bandung) ke jalur domestik di Jepang dan sebaliknya dengan biaya jauh lebih murah. “Penumpang Indonesia cukup memegang satu tiket untuk terbang dari Medan ke Jepang, misalnya, dan melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Jepang dengan bermodal tiket murah,” kata Dharmadi.
Khusus pasar Indonesia, Dharmadi mengharapkan AirAsia Jepang akan mengalirkan lebih banyak penumpang Jepang ke Indonesia maupun sebaliknya.
HERMIEN Y. KLEDEN (Kuala Lumpur, Malaysia)





