Menteri perdagangan Mari Elka Pangestu di supermarket TipTop Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/6). Departemen Perdagangan telah membina 86 UKM, termasuk 7 pasar ritel modern seperti Hero, Matahari, Carrefour, Tip Top dan lain-lain. TEMPO/Dwianto Wibowo
Super Indo Buka Gerai Pertama di Jawa Tengah
TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan pasar swalayan modern semakin sengit. Jumat 22 Juli, PT Lion Super Indo atau dikenal dengan Super Indo melakukan ekspansi ke Jawa Tengah. Mereka membuka gerai di Surakarta. Ini merupakan gerai pertama untuk wilayah Jawa Tengah. Pemilihan Surakarta dikarenakan kesuksesan gerai di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga diharapkan dapat menular di Surakarta.
“Di Yogyakarta kami punya 7 gerai dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena karakteristik Solo dan Yogyakarta tidak jauh berbeda, kami memutuskan membuka gerai di Solo,” terang Melanie Dharmosetio, Vice President Corporate, Organizational Development and HR PT Lion Super Indo kepada wartawan, di sela pembukaan, Jumat, 22 Juli 2011.
Selain di Surakarta dan Yogyakarta, gerai Super Indo tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, dan Palembang dengan jumlah total 77 gerai. Melanie berharap Super Indo menjadi salah satu pilihan tempat berbelanja masyarakat. “Kami mengedepankan produk yang aman dikonsumsi, dan harga terjangkau,” ucapnya, berpromosi.
Kehadiran Super Indo di Surakarta dikatakan Kepala Pelayanan Perizinan Terpadu Surakarta Toto Amanto sudah sesuai ketentuan yang ada. Terutama ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Misalnya soal radius 500 meter dari pasar tradisional, berada di jalan utama, menyediakan gerai untuk usaha mikro-kecil dan menengah, mempekerjakan masyarakat sekitar, “Dan ada kemitraan dengan pengusaha lokal,” ujar Toto ketika ditemui Tempo secara terpisah.
Dia mengatakan selama ini pemerintah kota Surakarta tidak pernah menghalangi pendirian toko modern, asalkan sesuai dengan ketentuan yang ada. Dia menyatakan sejak awal 2008 hingga kini, Gerai Super Indo tersebut adalah toko modern pertama yang diberi izin operasional. “Kami terakhir memberikan izin sebelum 2008. Per Januari 2008 sudah ada 25 toko modern berjejaringan seperti Alfamart dan Indomaret,” terangnya.
Melanie menerangkan pihaknya menjual produk-produk pertanian seperti sayuran dan buah-buahan yang berasal dari petani lokal. Menurutnya, itu sebagai bentuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani di daerah sekitar.
UKKY PRIMARTANTYO





